Sellianus Natkime Memohon Pemkab dan Kontraktor Besar di Mimika: Bukalah Hati, Bantu Masyarakat yang Dievakuasi!

Bagikan Bagikan
Selianus Natkime (Dok:SAPA)


SAPA (TIMIKA) – Warga yang dievakuasi ke Timika dari beberapa kampung di Distrik Tembagapura yang terdampak peristiwa penyerangan KSB pada bulan Maret 2020 lalu, saat ini masih mengeluhkan keadaan mereka yang dirasa seperti diterlantarkan oleh Pemkab Mimika dan juga termasuk kontraktor-kontraktor besar di Mimika.

Hal ini diungkapkan anak ke-2 Alm. Silas Natkime, yakni Selianus Natkime, ST, warga asal Banti kepada Salam Papua, Rabu (29/7/2020).

Dia memohon supaya ada perhatian dan bantuan nyata yang diberikan oleh kontraktor-kontraktor besar di Mimika, yang menurutnya para pengusaha besar ini telah dan sedang menampung “lumbung ekonominya” di tanah Amungsa ini.

“Saya akui sudah banyak bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak, tapi saya mengimbau pada pengusaha atau kontraktor besar yang ada di Mimika seperti Sandvik, Trakindo, Puncak Jaya Power dan lainnya yang mungkin belum melihat dan membantu. Coba kalian buka hati! Kalian ada di sini karena adanya mereka juga. Tolonglah lihat jika kalian punya hati dan nurani, bantulah saudara-saudara kami yang dievakusi”, tegas Selianus.

Di samping itu, dia juga mengeluhkan, masyarakat yang dievakuasi di Timika tersebut belum melihat adanya kepastian dari pihak Pemkab Mimika terkait upaya mengembalikan mereka ke daerah asalnya.

Sebelumnya dia dan Kepala Suku Besar, Aris Natkime, sudah bertemu dengan Brigjen TNI Suswatyo sebagai Asops Kogabwilhan III. Menurut dia, informasi yang dia ketahui bahwa hasil pertemuan tersebut telah dikoordinasikan kepada pihak Pemkab Mimika melalui Dandim Letkol Inf. Pio Nainggolan, namun sampai saat ini belum ada jawaban.

Dirinya bahkan menghubung-hubungkan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang merupakan bagian dari warga suku Amungme dan yang pernah tinggal di kampung Waa, untuk dapat memberikan solusi terbaik bagi saudara-saudaranya yakni masyarakat yang dievakuasi di Timika tersebut.

“Jujur saya lihat belum ada tanda-tanda untuk mereka bisa naik sampai detik ini. Mereka seperti terlantar hari ini. Tidak punya apa-apa, tidak tahu mau kerja apa, padahal masyarakat ini yang punya tanah di gunung sana yang begitu kaya raya”, ungkapnya. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar