Aspirasi 28 Pangkalan Minyak Tanah Diharapkan Tidak Hilang

Bagikan Bagikan
Aloisius Paerong (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Anggota Komisi B DPRD Mimika, Aloisius Paerong minta agar aspirasi 28 pemilik pangkalan minyak tanah diharapkan tidak hilang atau tetap direkomendasikan oleh Kepala Disperindag Kabupaten Mimika yang baru saja menjabat.

Aloisius mengatakan, 28 pangkalan minyak tanah ini telah lama tidak lagi mendapatkan kuota minyak tanah lantaran rekomendasi  agen mereka yaitu CV Fafi  telah dicabut oleh Pemkab Mimika. Namun, meski secara hukum CV Fafi tidak lagi beroperasi, tetapi 28 pangkalan yang pernah berada di bawah CV Fafi itu harus tetap direkomendasikan ke agen lain sebagai pengganti CV Fafi.

“Kita tidak permasalahkan pergantian Kepala Dinasnya, tapi persoalan 28 pangkalan ini adalah hak rakyat. Yang kita desak ke Disperindag adalah harus memproses izin dan merekomendasikan 28 pangkalan itu ke agen yang baru. Intinya itu merupakan PR bagi Disperindag, karena meski Kepala Dinasnya diganti, tapi sudah ada serah terima kepada Kepala Dinas yang baru,” ungkap Aloisius, Senin (30/7/2020).

Selain persoalan hak 28 agen, salah satu yang harus didorong Disperindag adalah terkait tuntutan Mama-Mama Papua di pasar lama. Untuk pembenahan pasar, bukan hanya tentang estetikanya, tetapi banyak hal yang harus dibenahi termasuk mempermudah proses jual dan beli.

“Pasar itukan sebagai tempat mempertemukan antar penjual dan pembeli, sehingga semuanya harus mendapatkan kenyamanan,” ujarnya.

Khusus untuk Mama-Mama Papua menurut dia, harus ada satu tempat yang berkaitan dengan wisata khusus budaya Papua. Dalam hal ini, di dalam tempat khusus itu sekaligus bisa dijadikan sentra budaya Papua di Mimika. Di dalam sentra tersebut tentunya akan meningkatkan kebudayaan sekaligus perekonomian Mama-Mama Papua.

“Kasihan dengan kondisi sekarang, makanya Mama-Mama Papua ini merasa tidak diperhatikan. Saya sudah pernah sampaikan hal itu dan diharapkan bisa jadi acuan,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar