Bulan Juli 2020, Timika Urutan Satu Inflasi Tingkat Nasional

Bagikan Bagikan
Jumpa pers BPS Mimika (Foto:SAPA/Kristin)


SAPA (TIMIKA) - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika pada Juli 2020, Timika mengalami Inflasi sebesar 1,45 persen, Merauke mengalami deflasi sebesar -0,48 persen dan Kota Jayapura mengalami Inflasi sebesar 0,62 persen.

Dari data inflasi tersebut, Timika menempati urutan ke-1 di  tingkat nasional dan ke-1 di tingkat Sulampua (Sulawesi, Ambon-Maluku, Papua), Merauke menempati urutan ke-84 di tingkat nasional dan ke-14  di tingkat Sulampua, sedangkan Kota Jayapura menempati urutan ke-3 di tingkat nasional dan ke-3 di tingkat Sulampua.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Kabupaten Mimika, Ir Trisno L Tamanampo dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Kantor BPS, Senin (3/8/2020).

Dia menjelaskan, Inflasi Timika Juli 2020 sebesar 1,45 persen terjadi karena adanya penambahan harga yang ditunjukkan dengan perubahan indeks pada Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,96 persen dengan andil sebesar 0,44 persen.

"Kelompok Pakaian dan Alas Kaki mengalami inflasi sebesar 0,05 persen dengan andil sebesar 0,00 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami Deflasi sebesar -0,94 persen dengan andil -0,13 persen," seru Trisno.

Kemudian Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga mengalami inflasi sebesar 0,08 persen dengan andil 0,00 persen. Kelompok Kesehatan mengalami inflasi sebesar 0,12 persen dengan andil 0,00 persen, Kelompok Transportasi mengalami inflasi sebesar 13,47 persen dengan andil 1,03 persen.

"Kelompok Rekreasi, Olahraga dan Budaya mengalami inflasi sebesar 0,75 persen dengan andil sebesar 0,01 persen; Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman atau Restoran mengalami inflasi sebesar 2,29 persen dengan andil 0,07 persen," katanya.

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang mengalami inflasi sebesar 0,39 persen dengan mempunyai andil sebesar 0,02 persen.

"Sementara itu, besaran andil subkelompok pendorong inflasi yaitu pada subkelompok jasa angkutan udara sebesar 1,03 persen, subkelompok makanan 0,43 persen, subkelompok jasa pelayanan makanan dan minuman sebesar 0,07 persen," katanya.

Kemudian subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 0,01 persen, dan subkelompok barang rekreasi lainnya dan olahraga sebesar 0,01 persen.

Sedangkan besaran andil subkelompok penahan inflasi yaitu subkelompok listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,13 persen.

Untuk faktor pendorong terjadinya Inflasi di Timika dilihat dari andil komoditas antara lain, Sayuran Kangkung, Ikan Kembung atau ikan Gembung, Ikan Banyar, Ikan Gembolo, Ikan Aso-Aso, Bayam, Sawi Hijau, Kelapa, Terong.

"Adapun komoditas yang membuat penahan terjadi inflasi antara lain Cabai Rawit, Bawang Putih, Bawang Merah, Ikan Cakalang atau Ikan Sisik, Bahan Bakar Rumah Tangga; Minyak Goreng, dan Tomat," ujarnya.

Untuk diketahui, dalam ilmu ekonomi, inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. QQHarian Merupakan Agen Slot QQ Online Terbaik,Terpercaya & Terlengkap Di Indonesia Yang Di dukung berbagai PROVIDER TERNAMA DI DUNIA. Tersedia Berbagai PROMO TERBESAR, Salah Satunya Promo BONUS KEKALAHAN DI GANTI 100% FULL ( Bonus Welcome Cashback 100% ) TANPA SYARAT TO / TURNOVER. Info Lebih Lanjut bisa lsg Hub. CS kami dengan meng - CLICK DISINI

    BalasHapus