Elfinus Omaleng: Ada Banyak Intelektual Amungme-Kamoro, Tapi Tidak Dimanfaatkan di Mimika

Bagikan Bagikan
Elfinus Jangkup Omaleng, B.COM (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Elfinus Jangkup Omaleng, B.COM (Bachelor of Commerce) mengatakan, ada banyak Putra-Putri asli Papua 7 suku di Mimika, khususnya dari Suku Amungme-Kamoro yang memiliki intelektualitas yang mumpuni namun tidak diberi kesempatan untuk bersaing dan berkarir di Kabupaten Mimika oleh Pemkab Mimika serta kontraktor-kontraktor besar yang menancapkan kakinya di tanah ini.

Hal tersebut diungkap Elfinus Omaleng kepada jurnalis Salam Papua melalui sambungan telepon pada Minggu malam (2/8/2020).

Elfinus mengaku, dirinya tidak pernah berorientasi pada uang dalam meniti kariernya sebagai putra asli suku Amungme dari 3 kampung yakni Waa, Tsinga dan Arwanop, tapi dirinya berjuang untuk mengangkat harga diri masyarakat asli di tanah ini sedang menderita karena ditekan dan tidak diberi kesempatan bekerja dan berkarya di tanahnya sendiri.

Elfinus mengatakan, ada banyak khususnya Putra-Putri asli Amungme termasuk dirinya yang lulus dari kampus-kampus besar dan hebat di Luar Negeri serta Dalam Negeri yang sesungguhnya mampu berkarya di Kabupaten Mimika tapi tidak pernah dimanfaatkan, sehingga mereka berinovasi sendiri dengan cara berdikari atau meniti karier secara mandiri keluar daerah Mimika.

Dia pun menceritakan tentang dirinya sebagai salah satu intelektual dari putra asli suku Amungme yang menyelesaikan studinya dengan nilai terbaik pada tahun 2011 di Charles Darwin University Australia dan memperoleh gelar Bachelor of Commerce (B.COM). Selepasnya dari kampus tersebut, dirinya pernah bekerja di Australia selama 7 tahun.

“Ada banyak anak-anak Amungme yang berhasil dari kampus-kampus hebat di Luar Negeri seperti Charles Darwin University, Deakin University, Victoria University, University of Adelide dan kampus-kampus lainnya. Di samping itu, ada juga yang lulus dari kampus-kampus di Indonesia seperti Universitas Trisakti, Universitas Indonesia dan sebagainya. Dari kampus-kampus tersebut anak-anak Amungme  berhasil memperoleh gelar Sarjana, Master bahkan Doktor, namun kita tidak pernah diberi kesempatan untuk bersaing dan berkarir, lebih dominan orang lain. Kita ditekan, mau melamar pekerjaan di tanah ini sulit”, katanya.

Dia menyarankan, agar PT Sandvik, PT Trakindo, PT Pangansari Utama, PT KPI, dan kontraktor-kontraktor lainnya, termasuk PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Daerah wajib membuka lapangan kerja seluas-luasnya khususnya untuk orang-orang Amungme Kamoro.

Di samping itu, dia menambahkan, Pemkab Mimika, YPMAK dan donatur-donatur lainnya agar dapat memberi beasiswa secara baik dan tepat sasaran.

Elfi menyarankan agar Pemkab Mimika melalui Biro SDM, YPMAK dan donatur-donatur pemberi beasiswa untuk tidak mengirim orang dengan sembarang. Menurut dia, sebelum kirim orang, harus diseleksi dengan baik di asrama atau di sekolah. Dipersiapkan terlebih dahulu di Timika melalui kelas-kelas khusus seperti kelas kursus Bahasa Inggris, kursus komputer dan sebagainya. Apakah anaknya mampu bersaing untuk dikirim keluar atau tidak? Jangan juga beramai-ramai dikirim terfokus ke satu tempat saja, karena biasanya budaya-budaya lama akan terbawa-bawa, hal ini perlu supaya musuh pendidikan itu dapat dikikis habis”, tutupnya. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. QQHarian Merupakan Situs Game online QQ Slot Terbaru 2020 Terbaik,Terpercaya & Terlengkap Di Indonesia Yang Di dukung berbagai PROVIDER TERNAMA DI DUNIA. Tersedia Berbagai PROMO TERBESAR, Salah Satunya Promo BONUS KEKALAHAN DI GANTI 100% FULL ( Bonus Welcome Cashback 100% ) TANPA SYARAT TO / TURNOVER. Info Lebih Lanjut bisa lsg Hub. CS kami dengan meng - CLICK DISINI

    BalasHapus