Kadinkes Mimika Mengaku Stok Obat Primaquine di Mimika Hanya Sampai Bulan September

Bagikan Bagikan
Reynold Ubra (Foto:SAPA/Jefri)


SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Mimika, Reynold Ubra mengatakan yang menipis hanya obat Primaquine karena stoknya terbatas. Kemungkinan hanya bisa dipakai sampai dengan September bulan depan, sedangkan obat biru masih sangat banyak dan masih tersedia hingga Desember tahun 2021

Stok Primaquine yang tersedia di  instalasi farmasi Kabupaten (IFK) kurang lebih 11.000 tablet,  sedangkan untuk memenuhi kebutuhan setiap bulan kurang lebih 30.000 Primaquine habis terpakai.

"Ini adalah masalah nasional, sehingga jika terjadi  kekosongan maka Pemerintah Provinsi melalui Instalasi farmasi Provinsi juga yang mengambil langkah- langkah, karena sistem perencanaan, pengadaan dan juga distribusi obat hanya melalui instalasi farmasi Provinsi Papua. Sehingga jika terjadi kekosongan maka mereka yang akan melakukan pengadaan", kata Reynold.

Sementara itu, Instalasi formasi Kabupaten sedang menghitung kembali stok obat Primaquine yang ada  di setiap puskesmas, dan yang lebih akan ditarik sambil menunggu obat Primaquine yang sementara dalam pengiriman.

Reynold juga meminta kepada setiap klinik dan rumah sakit swasta untuk tetap melayani masyarakat dengan baik dan tidak ada yang sengaja menutupi ini untuk mendapatkan keuntungan lebih.

"Jika terjadi, saya tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan tegas. Kami bisa mencabut surat izin praktek dan juga surat izin operasional jika sengaja melakukan penimbunan obat dan tidak mau melayani masyarakat. Jangan mengambil keuntungan di tengah permasalahan", tegas Reynold.

Reynold mengatakan sebagian klinik swasta melakukan pengadaan sendiri dan ada juga dari kerjasama dengan dinas kesehatan.  Puskesmas juga diberikan kewenangan untuk  melakukan pengadaan obat sendiri dengan menggunakan dana JKN.

"Tapi yang paling penting adalah masyarakat bisa menjaga kesehatan sendiri, karena menjaga kesehatan itu jauh lebih penting dari pada harus mengobati," kata Reynold. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar