Karyawan 7 Suku di Mimika Demo Manajemen PT Freeport Indonesia

Bagikan Bagikan
Suasana demo karyawan 7 suku di Tembagapura (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Sekitar 150 karyawan 7 suku Mimika yang bekerja di berbagai divisi PT Freeport Indonesia (PTFI) dan kontraktor menggelar aksi demonstrasi di halaman Main Office 68 Distrik Tembagapura Mimika, Senin (10/8/2020).

Pihak manajemen PTFI pun menerima beberapa karyawan yang mewakili massa dalam menyampaikan aspirasinya.

Adapun aspirasi yang mereka sampaikan adalah pertama, meminta Management PT FI memberikan Bonus Insentif kepada karyawan PTFI dan contraktor karena sudah 6 bulan karyawan bekerja di Tembagapura dengan mematuhi protokol covid19 dan tidak bertemu dengan keluarga d Timika.

Dan kedua, karyawan meminta kepada Management PT FI agar segera membuka kembali Access Bus SDO agar karyawan memiliki kemudahan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19 untuk segera turun ke Timika jika ada hal-hal yang bersifat darurat.


Salah satu karyawan yang ikut dalam aksi demo itu mengatakan aksi tersebut adalah idenya karyawan 7 suku bukan untuk saling menyalahkan namun untuk mengakomodir aspirasi karyawan 7 suku tersebut.

"Mari kita duduk diskusi karena miskomunikasi dan menyampaikan aspirasi kepada Management PTFI," katanya.

Dijelaskan pihak karyawan menginginkan agar diberikan penghargaan oleh PTFI.

"Kenapa Bandara buka sedangkan perusahaan belum buka akses ke Timika,  kami harap semoga management menerima aspirasi dengan bijaksana," ujarnya.

Dalam aksi yang dilakukan, perwakilan management PTFI, Iyas Kusnadi, Fredik Magay dan Iman Combo akhirnya mendatangi Karyawan 7 suku.

Iyas Kusnadi selaku VP Conben PTFI mengatakan, situasi saat ini kurang nyaman disampaikan mengenai pembukaan akses jalan ke Timika, di mana perusahaan normal untuk saat ini dan harus ada penghargaan kepada karyawan 7 suku yang berdedikasi terhadap perusahaan PTFI.

Untuk itu dirinya menawarkan para karyawan yang menyampaikan aksi untuk menyiapkan beberapa perwakilan dari Karyawan 7 suku dan akan dilanjutkan dengan melakukan pertemuan di SGH 101.

Usai melakukan diskusi, 10 Perwakilan yang ditunjuk oleh Karyawan 7 suku bersedia untuk melakukan pertemuan. Selanjutnya perwakilan karyawan 7 suku berjalan kaki menuju SGH 101.

Dalam pertemuan di SGH 101 tersebut,  Iyas Kusnadi menjelaskan Bus SDO belum dibuka karena situasi saat ini, berawal dari bulan Maret 2020, jumlah penularan Covid - 19 meningkat di Tembagapura.

"Tiga Minggu yang lalu, pemerintah Kabupaten Mimika mengeluarkan aturan yang turun ke Timika harus tes PCR, kemudian jumlah karyawan turun ke Timika 800 sampai 900 orang perhari," katanya.

Kemudian untuk Cuti dan Emergency 100 sampai 200 orang yang diijinkan. Kapasitas alat testing untuk karyawan PTFI tidak dapat memadai semua karyawan.

"Bukannya Management tidak mau adanya Bus SDO untuk karyawan namun karena situasi pandemi C-19, kalau alat tes arbiti sudah ada kita akan lihat kemungkinan pertiga hari karyawan akan turun dan prioritas bagi yang mempunyai keluarga di Timika," katanya.

Dijelaskan sekarang ini yang terbuka hanya cuti keluar Papua dan cuti lokal Timika yang boleh turun.

"Yang emergency menjadi prioritas namun harus mengikuti protokol kesehatan. Kita harus komunikasi antara Management PTFI dengan perwakilan karyawan 7 suku sehingga mengetahui perkembangan pandemi Covid 19 di Tembagapura," serunya.

Usai melaksanakan rapat dan mendengarkan aspirasi, akhirnya Iyas Kusnadi, menyimpulkan hasil pertemuan Management PTFI dan Karyawan 7 suku yakni pihaknya berkoordinasi dengan pihak terkait dengan tentang akses bus SDO tujuan Timika yang menjadi tuntutan aspirasi yang disampaikan oleh karyawan 7 suku dan paling lambat jawaban aspirasi akan disampaikan tiga hari ke depannya.

Dalam penyampaian aspirasi tersebut dikawal oleh pihak Kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolsek tembagapura Ipda Eduardus Edison.

Ipda Eduardus Edison kepada Salam Papua, Senin (10/8/2020) menjelaskan personil yang dikerahkan antara lain satu Team Satgas Amole, dua Personil Satgas Nemangkawi, satu Personil Koramil Tembagapura, delapan Personil Security PT.FI, dan beberapa personil lainnya.

"Kami melaksanakan pengawalan dan semua bisa berjalan dengan aman dan damai," ujarnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Do you need to hack into any, databaseserver spy on Facebook,Emails, Whatsapp, Viber, Snapchat, Instagram and many more.
    I urge you to get in touch with the best people for the job, i have confirm the service when i need to spy on my spouse phone. They are good at Phone Cloning and Bitcoin/binary minning and any other hack job.
    Thanks guys for the team work HACKINTECHNOLOGYATGMAILDOTCOM

    +12132951376(WHATSAPP)


    BalasHapus