Sisilia Daoteyau: Mama-Mama Pedagang Papua di Sp1 dan Sp 4 Terlantar

Bagikan Bagikan
Mama-Mama Pedagang Papua (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Mama-mama  pedagang Papua yang berjualan di pasar sore Sp1 dan Sp4 Distrik Wania Mimika merasa diterlantarkan pemerintah Kabupaten Mimika.

Pasalnya, tempat mereka berjualan tidak layak untuk menjual. Dari pantaun Salam Papua, perempatan jalan masuk Sp4 dekat lampu merah tempat mama-mama Papua menjual hasil kebun dan hasil laut mereka, sudah rusak berat, dan air yang menggenangi jalan berlubang tersebut layaknya kolam besar di tengah jalan.

Pas di jalan berlubang yang digenangi air, di situlah mama Sisilia Daoteyau bersama mama-mama Papua yang lain menjual hasil kebun mereka.

Mama Sisili mengaku, rusaknya jalan dengan air yang menggenangi lubang layaknya kolam besar di tengah jalan itu, membuat mereka kesulitan untuk menjual hasil kebun mereka.

"Tempat kami jualan di sini sudah, dan tidak ada tempat lain untuk kami. Gara- gara jalan rusak ini kami punya jualan tidak bisa laku, dan kami selalu pulang kosong," ungkap Mama Sisil yang ketika di wawancara Salam Papua sedang menjual dagangannya.

Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan yang rusak sehingga keluar masuk kendaraan kembali lancar dan mama-mama bisa menjual dengan aman.

"Kalau kami palang jalan ini jangan marah kami mama-mama, karena tidak ada yang perhatikan kami, kami terlantar ini," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Fero Akami salah satu pedagang Papua di area Sp1 dan Sp4.

Saat ini pinggir jalan menjadi tempat bagi mereka untuk menjual  hasil kebun mereka, lantaran bangunan pasar tradisional yang dibangun untuk mama- mama Papua belum bisa difungsikan, karena lahan yang dibangun pasar tersebut diklaim masyarakat belum dilunasi.

Ketika hujan, ruko dan kios di sekitar menjadi tempat bagi mereka untuk berteduh.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Michael Gomar pada Selasa (4/8/2020) mengatakan pemerintah daerah melalui Disperindag segera menjawab hal itu, ketika Disperindag selesai menata dengan baik pasar Sentral yang merupakan pusat pasar di Timika, termasuk beberapa pasar tradisional yang dibangun namun belum difungsikan.

Diketahui, Michael Gomar baru menjabat sebagai Kepala Disperindag Mimika setelah dilantik oleh Bupati Mimika pada Jumat, (17/7/2020) menggantikan Mantan Kepala Disperindag, Bernadinus Songbes.

Michael mengatakan bangunan pasar tradisional yang dibangun belum difungsikan dikarenakan permasalahan lahan, ia juga mengakui bangunan tersebut kondisinya saat ini sudah rusak.

Menurut dia, bangunan pasar tradisional dibangun menggunakan dana alokasi khusus (DAK). (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar