UGM Lakukan Penelusuran Kontak Setelah Satu Lulusan Positif COVID-19

Bagikan Bagikan

Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. (Foto-Dok/Antara)
SAPA (YOGYAKARTA) - Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan penelusuran kontak setelah satu mahasiswa asal Kamboja yang baru saja lulus dari prodi Magister Teknik Kimia, Fakultas Teknik UGM pada Juli 2020 dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil swab di negaranya.

 

"Kita saat ini masih melakukan pemeriksaan (rapid test) dan pelacakan dengan siapa saja dia pernah melakukan kontak sebelum kembali ke Kamboja setelah kelulusannya," kata Ketua Satgas COVID-19 UGM Dr Rustamadji melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Sabtu.

 

Rustamadji menyampaikan sebelum kembali ke negara asalnya, alumnus tersebut sempat mengunjungi kampus untuk mengambil ijazah.

 

Oleh sebab itu, saat ini Satgas COVID-19 UGM melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengannya baik tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun teman satu kos.

 

"Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan, Senin depan data baru ke luar. Apabila nantinya ada yang dinyatakan positif kita akan lakukan isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh universitas," kata dia.

 

Untuk mencegah penularan, pihaknya juga akan merekomendasikan fakultas untuk menutup layanan kampus selama tiga hari guna mendisinfeksi ruangan di kampus.

 

Menyikapi kondisi ini, Rustamadji meminta kepada seluruh sivitas UGM tetap tenang, tetapi terus meningkatkan kewaspadaan dengan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah yaitu menjaga jarak, memakai masker, raji mencuci tangan, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

 

"Jangan panik, tetap disiplin jalankan protokol kesehatan dan ikuti arahan pimpinan," kata dia.

 

Sementara menanggapi isu terkait tutupnya pelayanan di RSA UGM dan klinik GMC karena ada pegawainya yang terinfeksi virus corona, Rustamadji menjelaskan bahwa baik RSA UGM maupun GMC menutup layanan poliklinik atau rawat jalan dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah.

 

"Kita juga lakukan pemeriksaan ke pegawai di RSA dan GMC, hasilnya baru ke luar Senin juga. Namun tutupnya pelayanan karena memperingati Idul Adha, bukan karena hal lain," katanya.(Antara)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar