Allo Rafra Kembali Berbicara, Pegawai Negeri di Mimika Harus Tahu Tata Krama dan Etika Birokrasi!

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Seorang birokrat dan pernah menjadi Penjabat Bupati Mimika tahun 2007-2008, Athanasius Allo Rafra,SH,M.Si kembali berbicara dan mengatakan bahwa Wakil Bupati Mimika saat ini harus dihormati, khususnya oleh para pejabat daerah Kabupaten Mimika.

Dalam hal ini, secara khusus dirinya menyoroti terkait permasalahan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM yang sepertinya tidak dihargai pada kegiatan rapat paripurna DPRD Mimika tentang LKPJ dan pembahasan Rapenda PP-APBD Mimika Tahun 2019, pada 9 September 2020, dan pada acara peresmian gedung gereja dari salah satu gereja di gorong-gorong pada 12 September 2020 yang lalu.

“Wakil Bupati ini sama dengan Bupati. Dia dipilih oleh rakyat Mimika ini, oleh karenanya harus dihormati. Di struktur, Bupati dan Wakil Bupati itu satu kotak. Seperti itu yang dinyatakan dalam UU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah Pasal 66 ayat 4,” jelas Allo Rafra, begitu sapaan karibnya, dalam sambungan telepon kepada Salam Papua, Sabtu malam (19/9/2020).

Dia mengatakan, peristiwa-peristiwa tersebut semestinya tidak perlu terjadi. Karena berdasarkan Undang-Undang tentang Pemerintah Daerah, jika terjadi sesuatu di daerah dan Bupati tidak ada di tempat, maka yang bertanggungjawab adalah Wakil Bupati.

“Di Undang-Undang tentang Pemerintah Daerah jelas dikatakan apabila Bupati tidak ada di tempat, yang mewakili adalah Wakil Bupati. Sehingga dengan demikian, dalam acara apapun, jika Bupati yang diundang, namun Bupati tidak ada di tempat (keluar daerah, Red), harusnya Wakil Bupati mengetahui undangan tersebut. Jika ada pejabat daerah yang menghadiri suatu acara dengan menyatakan untuk mewakili Bupati, karena Bupati tidak ada di tempat, maka harus atas ijin Wakil Bupati atau dengan kata lain, Wakil Bupati yang akan menugaskan pejabat tersebut. Tidak bisa melangkah sendiri,” katanya.

Dia menyampaikan keprihatinannya atas situasi dan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini di Pemerintahan Kabupaten Mimika, yang menurutnya rakyat Mimika sudah merasa tidak nyaman.

“Saya tidak bela siapa-siapa. Saya hanya berbicara dari sisi aturan yang berlaku, karena rakyat sudah tidak nyaman dengan kondisi seperti saat ini,” ungkapnya.

Dia pun menegaskan, setiap Pegawai Negeri harus tahu tata krama, tahu bagaimana sopan santun, dan yang paling utama mengerti etika birokrasi. Sehingga wajib hukumnya, bawahan harus menghormati atasan.

Dia menambahkan, jika pun Pj Sekda ditugaskan untuk mewakili Bupati karena Bupati keluar daerah, maka seharusnya Pj Sekda harus memberitahukan kepada Bupati dan Humas bahwa masih ada Wakil Bupati yang ada di tempat dan lebih pantas untuk tugas tersebut. Kecuali jika Wakil Bupati yang ada di tempat namun berhalangan hadir, maka Wakil Bupati yang akan menugaskan pejabat tertentu untuk mewakili.

“Bawahan wajib menghormati atasan. Pj Sekda dan Humas itu harus tahu diri, karena ada Wakil Bupati di situ. Setiap pejabat di Pemkab juga harus baca Undang-Undang supaya tahu, jangan hanya pikir proyek,” tegasnya.

Di samping itu, ketika diminta pendapat Sekda Mimika pertama ini oleh Salam Papua terkait dampak atas isu tentang ketidakharmonisan antara Bupati dan Wakil Bupati Mimika akhir-akhir ini, dia mengaku Kabupaten Mimika tetap akan baik-baik saja.

“Walaupun terjadi keretakan hubungan antara Bupati dan Wakil Bupati seperti yang dilihat masyarakat akhir-akhir ini, Kabupaten Mimika akan tetap baik-baik saja,” ujarnya.

Namun untuk hal ini, dia meminta agar DPRD Mimika, khususnya partai-partai politik pengusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati ini, agar melaksanakan haknya sebagai lembaga legislatif dalam hal meminta keterangan dan memberikan solusi atas permasalahan keretakan hubungan pemimpin daerah tersebut.

“Dengan kondisi begini, dewan harusnya ikut tidak nyaman. Jangan cuma tinggal diam. Dewan harus memanggil Bupati dan Wakil Bupati untuk berbicara serta mencari solusi agar kembali harmonis hubungan di antara keduanya. Partai-Partai pendukung Omtob secara khusus harus memperhatikan hal ini,” tutupnya. (Red)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar