Aniaya Pencuri HP Hingga Limpa Pecah, Delapan Orang di Timika Ditetapkan Tersangka

Bagikan Bagikan
Para tersangka pelaku penganiayaan (Foto:SAPA/Istimewa)


SAPA (TIMIKA) - Aniaya pencuri HP hingga babak belur, delapan orang ditetapkan tersangka oleh Polsek Mimika Baru.

Peristiwa terjadi pada Sabtu (5/9/2020) lalu, dimana AR diketahui mencuri HP, dan naas AR dianiaya oleh 8 orang yakni berinisial RRY, EM ID, EK, HFY, KJ, AM dan CH.

Delapan orang tersebut kemudian diamankan pada Senin (7/9/2020) pagi oleh Tim Opsnal sekitar pukul 10.00 WIT yang dipimpin Aipda Ivan Rapi Mangende.

Korban saat dirawat di Rumah Sakit

Kapolsek Mimika Baru, Kompol Sarraju melalui Kanit Reskrim Polsek Miru, Ipda Yongki Rumte, Selasa (8/9/2020) menjelaskan saat ini korban sedang di rawat di rumah sakit karena mengalami luka di bagian wajah dan merasakan sakit di bagian perut. Informasinya korban akan menjalani operasi karena menurut perawat rumah sakit, diduga limpanya Pecah.

Kanit Reskrim menjelaskan kejadian berawal pada hari Selasa (1/9/2020) pekan lalu. Dimana saat itu, dua orang berinisial RRY dan EM yang merupakan pasangan suami istri  mengaku kehilangan dua buah HP bermerek IPhone 11 Pro dan Realme XT di rumahnya.

"Jadi pada saat kehilangan handphone tersebut, di rumah keduanya juga terdapat empat orang berinisial CH, LY, MR beserta korban AR," jelas Kanit Reskrim.

EM yang mendapat informasi dari SY bahwa saat terjadi kehilangan handphone tersebut ada seorang lelaki berciri badan kecil, kulit hitam, rambut lurus dan memakai celana warna hitam keluar dari samping rumah EM sambil membawa suatu benda di tangan yang kemudian dimasukkan ke kantong bajunya.  Orang tersebut kemudian lari menggunakan motor.

Informasi yang diterima EM atas ciri-ciri orang yang disebutkan oleh SY ternyata adalah korban AR.

Akhirnya pada Sabtu (5/9/2020), korban AR dibawa oleh MR ke rumah pasangan RRY dan EM. Sesampai di sana korban ditanya mengenai keberadaan HP tersebut, namun awalnya korban tidak mengakuinya yang kemudian akhirnya mengaku setelah ditampar oleh CH.

"Yang bersangkutan mengaku menaruh handphone Realme XT itu di kamar milik MR, sedangkan iPhone 11 Pro dia bilang jatuh karena kantong bajunya lubang," jelas Kanit Reskrim.

Karena emosi, EM langsung menonjok muka korban. Tidak lama berselang, orang tua korban pun datang setelah dipanggil oleh MR atas permintaan kedua pasangan RRY dan EM.

"Orang tua korban ikut menonjok muka anaknya sendiri dan mengatakan siap mengganti rugi HP yang dicuri anaknya itu setelah mendengar sendiri korban mengakui mengambil HP milik RRY dan EM," tutur Kanit Reskrim.

8 orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka atas penganiayaan yang dilakukan dan kini sedang di tahan di Rutan Polsek Mimika Baru. Selanjutnya akan dipindahkan ke Rutan Polres Mimika yang sebelumnya akan menjalani rapid tes.

"Untuk sementara korban masih berstatus saksi. Kami belum bisa meminta keterangan terhadap korban karena dia masih dalam kondisi dirawat di rumah sakit, belum bisa bicara," kata Kanit Reskrim. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar