Atas Alasan Adat, Korban Pelecehan Oleh Ayah Tirinya Hingga Hamil Berencana Mencabut Laporan Polisi

Bagikan Bagikan
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Korban yang dilecehkan oleh ayah tirinya hingga hamil berencana mencabut laporan yang sudah dilayangkan di kantor polisi beberapa waktu lalu.

Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto, Rabu (16/9/2020).

"Kita tidak melarang artinya nanti semua masyarakat malah jadi acuan bahwa setelah diselesaikan secara kekeluargaan tahu-tahunya dicabut, giliran tidak sepakat kemudian nanti dilaporkan lagi," kata Kasat Reskrim.

Hermanto menegaskan hingga kini pihak kepolisian terus berupaya untuk mencari pelaku yang berinisial FR.

"Kita (Kepolisian, Red) tidak tahu ada apa niatnya sampai korban ingin mencabut laporan polisi, saya hanya dengar saja dan saya sempat tanyakan kepada mereka alasannya apa dan mereka sampaikan karena adat," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Seorang ayah berinisial FR tega menyetubuhi anak tirinya hingga hamil, dan saat dilaporkan ke Polisi, korban sudah hamil 8 bulan.

Ayah tiri tersebut melakukan aksi bejatnya sejak korban duduk di kelas 2 bangku SMP yakni tahun 2017 dan berlanjut terus hingga korban duduk di kelas 3 di salah satu SMA di Mimika dan berusia 16 tahun. Bahkan pelaku sudah mengetahui bahwa korban hamil pada bulan Maret 2020 lalu, namun bejatnya, ia tetap melakukan aksi yang sama hingga diketahui oleh Ibu Kandung korban pada Agustus 2020.


Pelaku juga selalu memaksa korban untuk berhubungan intim dengan cara membawa sebilah parang jika korban tidak mau maka pelaku memukul korban dengan cara menempeleng, dan melakukan ancaman. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar