Buaya di Danau Sekitar Bandara Mozes Kilangin Timika Kemungkinan Lebih Dari Satu Ekor

Bagikan Bagikan
(Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) – Tanggal 15 September warga yang melintas di seputaran Bandara Mozes Kilangin digegerkan dengan penampakan seekor buaya yang bertengger di pinggiran kolam di belakang kantor Enviromental PT Freeport Indonesia (PTFI).

Superintendent Biodiversity, Departemen Lingkungan PTFI, Tumpal Sinaga menjelaskan bahwa buaya yang diperkirakan memiliki 1-2 meter tersebut merupakan buaya air tawar dengan nama ilmiahnya adalah Crocodylus Nopaguinea. Hasil pengamatan di hari penemuan buaya itu, juga terdapat buaya-buaya kecil dan kemungkinannya bukan hanya satu ekor.

"Yang viral di medsos warga Timika itu buaya yang sementara bertengger dan berjemur, tapi pada saat kita melakukan survei, ternyata ada juga yang kecil. Jadi kemungkinan masih ada yang lainnya. Tapi kita tidak bisa pastikan berapa banyak," katanya saat dihubungi Salam Papua via telepon, Jumat malam (18/9/2020).

Kemungkinan buaya tersebut berpindah dari lokasi tersebut karena di tempat asalnya kehilangan tempat, yang mana kehidupan buaya itu teritorial di antara satu dengan yang lainnya, sehingga ketika tidak nyaman maka dia akan mencari tempat yang baru.

Besar kemungkinan buaya yang sempat viral di media sosial Facebook itu melakukan imigrasi melalui sungai Aikwa, kemudian hingga ke danau bagian belakang kantor Enviromental PTFI.

“Lokasi laboratorium Enviromental itu kan sangat dekat dengan ekosistem rawa, sehingga terhubung. Itu yang memungkinkan buaya itu bisa masuk ke sana,” ujarnya.

Kali Aikwa bersambung hingga ke muara cargodok, sehingga mengingat buaya tersebut bagian dari koneksitas sungai dan rawa maka bisa saja dia melakukan migrasi mulai dari ekosistemnya di rawah.

"Di sekitar situ juga sudah pernah ditemukan buaya sekitar empat tahun lalu. Waktu itu buayanya ditangkap, tapi dia mati, karena diikat terlalu kencang, sehingga kakinya hampir putus, ditambah lagi stress dan tidak mau makan. Berarti ini yang kedua kalinya," ujarnya.

Keberadaan buaya tersebut hanya sebentar lantaran takut dengan antusiasme masyarakat yang melihatnya.

"Sebagai hewan liar, buaya itu tidak terbiasa dengan banyaknya manusia. Buaya itu hanya berjemur saja, karena kebetulan ada matahari," katanya.

Ia juga membantah terkait informasi yang menyebar bahwa  buaya tersebut sedang bertelur, karena survei yang dilakukan hingga saat ini tidak ditemukan tempatnya bersarang atau tempatnya bertelur.

Usai survei dan ditemukan tempat dan jumlah buayanya, selanjutnya akan diupayakan untuk membuat penangkaran dengan merelokasi kolam yang ada di situ. Namun, jika memang di Timika ada orang yang bersedia menampung, maka bisa diizinkan jika melalui izin resmi.

Tetapi opsi yang pertama jika survei menemukan hasilnya, maka akan dikembalikan ke habitatnya mengingat buaya adalah satwa liar. (Acik)


Judul berita ini diubah, sebelumnya "Buaya di Sungai Sekitar Bandara Mozes Kilangin Timika Kemungkinan Lebih Dari Satu Ekor", yang seharusnya "Buaya di Danau Sekitar Bandara Mozes Kilangin Timika Kemungkinan Lebih Dari Satu Ekor".

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik co sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik co paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus