Buku Tata Bahasa Serta Kamus Bahasa Amungme dan Kamoro Diminati Banyak Kalangan

Bagikan Bagikan
Buku Tata Bahasa Amungme dan Kamoro (Dok:SAPA)


SAPA (TIMIKA) - Memperkaya khasanah bahasa daerah, Pemerintah Kabupaten Mimika telah meluncurkan kamus Bahasa Amungme dan Kamoro yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sejak tahun 2016, serta tata bahasa Kamoro dan Amungme pada tahun 2018.

Praktisi Budaya Suku Kamoro yang juga mantan Kabid Kebudayaan Dinas  Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika, Dominggus Kapiyau mengatakan Tata Bahasa dan juga Kamus Bahasa Daerah Suku Amungme dan Kamoro pada mulanya sasarannya adalah bagi wajib belajar (Wajar) pada tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Namun Kamus bahasa Amungme dan Kamoro semakin banyak peminat, sehingga juga didistribusikan kepada sekolah Menengah Atas (SMA) hingga Perguruan tinggi termasuk ke kantor-kantor.

Kamus tersebut terdiri dari 1.300 kata untuk bahasa Kamoro dan 1.000 kata untuk bahasa Amungme dan dilengkapi dengan contoh pemakaian kata dalam kalimat serta terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

"Kamus  bahasa Kamoro dan Amungme sendiri sudah diterbitkan sejak 2016 yang lalu, waktu itu masih satu nomenklatur dengan Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan, dan tata bahasa mulai diterbitkan pada tahun 2018, namun pada saat itu nomenklatur sudah berubah dan kebudayaan bukan lagi bagian dari Dinas Pendidikan Dasar melainkan telah menjadi bagian dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga," kata Dominggus kepada Salam Papua, Selasa (15/9/2020).

Implementasi dari Kamus dan tata bahasa tidak hanya diminati oleh Wajar dan juga masyarakat non Papua melainkan juga diminati oleh orang asli Papua (OAP). Dengan adanya perubahan zaman, tidak hanya masyarakat atau Wajar non Papua saja yang tidak paham akan bahasa daerah, melainkan OAP pun ternyata tidak begitu paham dengan bahasa lokal, sehingga peminat terus meningkat.

"Bahkan  sebagian masyarakat meminta agar Kamus dan tata bahasa diperbanyak lagi," ungkapnya.

Sebanyak 8.000 Eksemplar buku Tata bahasa telah tersebar, sedangkan Kamus bahasa Amungme dan Kamoro berjumlah kurang lebih 10.000 eksemplar yang telah disebarkan.

Dirinya pernah merencanakan agar bahasa daerah tidak hanya dipelajari melalui Kamus, namun juga menjadi bagian dari kurikulum belajar di sekolah yang ditopang dengan regulasi yang jelas, namun menurutnya hal itu hanya menjadi sebuah wacana belaka.

"Waktu Kebudayaan masih melekat dengan Dinas Pendidikan Dasar, kita sudah buatkan regulasinya  agar Bahasa Daerah menjadi bagian dari kurikulum belajar yang wajib dipelajari setiap sekolah, waktu itu kita gandeng UNICEF, namun sampai saat ini belum juga terlaksana, dan mungkin itu hanya akan menjadi cerita, " ujarnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar