Disdik Papua Apresiasi Usulan Kurikulum Kontekstual Lokal

Bagikan Bagikan

Diskusi virtual bertema "Kurikulum Kontekstual Papua". (Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua memberikan apresiasi atas usulan dan saran terkait penerapan kurikulum berkontekstual lokal dari para penggiat pendidikan di Bumi Cenderawasih.

 

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait di Jayapura, Jumat, mengatakan pembahasan kurikulum kontekstual Papua sangat menarik dan merupakan masukan yang baik bagi dunia pendidikan Bumi Cenderawasih.

 

"Terima kasih untuk para penggiat pendidikan yang sudah menjadikan kurikulum berkontekstual Papua menjadi bahan diskusi bersama untuk kemajuan dan peningkatan kualitas pendidikan di Bumi Cenderawasih," katanya.

 

Senada dengan Christian Sohilait, Albertus Fiharsono Pendiri Fiharsono Institute mengatakan pendidikan berkontekstual Papua diharapkan dapat mengejar ketertinggalan Bumi Cenderawasih.

 

"Kurikulum Nasional tidak seutuhnya bisa diterapkan di Papua, pasalnya budaya dan karakteristik wilayah yang berbeda dibandingkan daerah lainnya," katanya.

 

Menurut Albertus, oleh sebab itu pendidikan kontekstual Papua perlu dibuat guna mengejar ketertinggalan di Bumi Cenderawasih.

 

Sementara itu, Maruntung Sihombing Pendiri Pondok Baca Indawa di Kabupaten Lanny Jaya mengatakan guru juga harus dapat menemukan metode yang baik untuk mengajar sesuai dengan keseharian dan budaya yang ada pada masyarakat Papua.

 

"Seperti halnya mengajar Bahasa Inggris, misalnya, tidak bisa hanya menanyakan arti dari Bahasa Inggris tersebut ke Bahasa Indonesia tetapi harus juga menanyakan apa artinya dalam bahasa daerah sehingga siswa dapat paham dengan baik," katanya.

 

Sebelumnya, para penggiat pendidikan di pedalaman Papua menggelar diskusi secara virtual dan mengangkat tema "Pendidikan Kontekstual Papua". (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar