Edo Kondologit: Keluarga Menunggu Kasus Kematian Adik Iparnya Diselesaikan Secara Tuntas, Transparan dan Penuh Keadilan

Bagikan Bagikan
Edo Kondologit (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) – Edo Kondologit mengaku bahwa penyelesaian hukum atas kematian adik iparnya, pihak keluarga telah mempercayakan sepenuhnya kepada Tim yang telah dibentuk oleh Kapolda Papua Barat agar diselesaikan secara tuntas, transparan dan menunjukkan keadilan.

Saat dihubungi Salam Papua pada Kamis malam (3/9/2020), Edo mengatakan, pada intinya untuk persoalan yang terjadi telah diserahkan ke kepolisian, karena Kapolda Papua Barat telah membentuk tim yang terdiri dari Kabid Propram dan Direskrimum Polda Papua Barat untuk mengusut kasus ini.

“Dengan demikian, pihak keluarga mempercayai sepenuhnya kepada penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan-persoalan ini secara benar, transparan dan memenuhi rasa keadilan,” kata Edo, melalui sambungan telepon, Kamis malam (3/9/2020).

Edo menegaskan, sejujurnya tuntutan pihak keluarga atas masalah ini adalah tidak ingin persoalan seperti ini terus-menerus terjadi dan mencederai keadilan bagi masyarakat. Apalagi kasus yang sama telah terjadi secara berulang-ulang dan masalahnya tidak pernah diselesaikan hingga tuntas.

"Jadi keluarga menunggu kerja tim yang telah dibentuk oleh Kapolda Papua Barat untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas dan transparan," ujarnya.

Rasa keadilan hukum yang sebetulnya diperjuangkan, karena semua orang mengenal asas praduga tak bersalah, dimana ketika seseorang diduga bersalah dan masuk ke tahanan itu tidak harus disiksa habis-habisan dan diintimidasi dalam mengorek atau menginterogasi suatu kasus, tanpa diberi hak hukum untuk didampingi oleh pengacaranya. Ini yang harus dievaluasi total.

Menurutnya, penegakan hukum itu jangan dilakukan tanpa mengindahkan HAM.

"Ini jadi pelajaran untuk kita semua. Kalau bisa interogasi dengan kekerasan itu tidak ada lagi. Itukan hal yang tidak benar. Itulah yang kita perjuangkan," katanya.

Edo mengaku, sebelumnya dirinya telah melaporkan kasus tersebut ke Kapolda Papua Barat melalui sambungan telepon usai penguburan adik iparnya pada tanggal 28 Agustus lalu. Dalam komunikasi itu, dirinya menyampaikan persoalan itu secara detail, dan sehari setelah itu, Kapolda langsung membentuk tim.

"Tadi sore laporannya telah mereka selesaikan dan diserahkan ke Polres. Seperti itu yang mereka sampaikan ke saya dan serahkan semua ke Polres. Artinya kita menghormati Kapolda dan timnya serta kita menunggu hasilnya yang transparan supaya menimbulkan rasa keadilan. Supaya kita tidak lagi berpikir bahwa hukum ini tidak berlaku bagi orang-orang tertentu, sementara tahanan yang tidak berduit, sulit mendapatkan keadilan," tuturnya. (Red/Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar