Gemapi Mimika Belajar Kopi di Waanal Coffee

Bagikan Bagikan
Anggota Gemapi Cabang Mimika Saat Memulai Belajar Kopi di Waanal Coffee (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Memperdalam pengetahuan kopi dan juga manajemen kopi, Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (Gemapi) Cabang Mimika ikut pelatihan Kopi di Waanal Coffee.

Program tersebut terlaksana karena  kerja sama Gemapi cabang Mimika dan Waanal Coffee and Resto, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Gemapi Cabang Mimika memberikan apresiasi kepada Waanal Coffee and Resto yang dengan terbuka menerima pemuda Gemapi untuk berguru kopi.

Sekretaris Gemapi Cabang Mimika, Eva Renuw mengungkapkan, pelatihan tersebut selain bertujuan untuk membentuk anggota atau pemuda Gemapi yang mandiri, juga untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang kopi, memahami kebutuhan seorang barista, dan berwirausaha warung kopi yang baik.

"Intinya ini sebagai dasar bagi teman-teman Gemapi untuk belajar mandiri. Ketika mereka ingin berwirausaha tentang kopi mereka sudah paham bagaimana mengelola kopi yang benar dengan perencanaan yang baik dan benar, serta melihat peluang-peluang sekitar sebagai pasar yang mendatangkan keuntungan. Saat ini kopi menjadi tren bagi semua kalangan, dan pelatihan ini bisa membawa peluang bagi teman-teman Gemapi  untuk memulai kehidupan yang mandiri dengan membuka usaha," ungkap Eva.


Materi pelatihan secara langsung diberikan oleh salah satu owner Waanal Coffee and Resto, Randy Eden Manurung dan juga supervisornya, Nelly Honorata Orora.

Randy menjelaskan, kegiatan tersebut dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama membahas dunia kopi dan pengenalan akan kopi mulai dari sejarah di dunia dan Indonesia, juga mempelajari proses pengolahan kopi dari kebun hingga penyajian. Sesi kedua berupa praktek mencium aroma, membedakan rasa arabika dan robusta, juga cara membuat kopi secara manual atau yg dikenal dengan manual brew v60.

"Banyak hal yang dapat dipelajari dari Kopi, namun yang menjadi concern saya untuk adik-adik Gemapi  yang sedang belajar ini, kalian harus jujur terhadap diri kalian dan jujur pada kopi itu sendiri. Saat ini banyak sekali orang menjadikan kopi bagian dari ‘life style’ atau gaya hidup bahkan bisnis semata, sementara knowledgenya kurang bahkan mungkin 0 (nol)," kata Randy.

Randy mengaku, Waanal Coffee selalu mencoba memberikan edukasi pada setiap pelanggan dan memberikan sajian kopi yang terbaik dengan salah satuparameternya adalah konsisten dalam karakter cita rasa.

"Saya juga harap adik-adik peserta dari Gemapi ini nantinya tidak berhenti di tengah jalan, dan pelatihan kopi ini bisa menambah wawasan dan skill. Jika berkaca dari Eropa, USA, dan lain-lain, kita akan temukan banyak anak-anak Mahasiswa yang mengambil part time di coffee shop sebagai pelayan lalu naik level menjadi barista dan ini peluang yang bisa kalian lakukan juga di Timika," ujarnya.

Sementara itu, Nelly yang sudah 4 tahun belajar kopi dan saat ini menjabat sebagai supervisor Waanal Coffee menjelaskan bahwa dirinya sangat senang dengan adanya ketertarikan dari Gemapi untuk mempelajari kopi.

"Kita tahu kopi ini adalah salah satu konsumsi terbesar di dunia dan Papua, harus mampu memunculkan Barista-Barista yang handal. Hari ini Gemapi telah mengambil tindakan yang tepat untuk mulai belajar," ungkap Nelly. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar