Isak Murib: Pemkab Mimika Kurang Berpihak Pada Orang Asli Papua

Bagikan Bagikan
Isak Murib (Foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) - Salah satu kontraktor asli Papua di Timika, Isak Murib mengungkapkan, salah satu penyebab orang asli Papua (OAP) masih hidup susah karena adanya perlakuan yang kurang berpihak dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika.

"Termasuk kepada kami kontraktor OAP. Dana pemerintah triliunan rupiah tiap tahun masuk Papua, termasuk Kabupaten Mimika, siapa yang menikmati dana itu? Menjadi kontraktor pun tidak ada jaminan bisa mendapatkan proyek dari dana itu sehingga sampai saat ini kami belum hidup layak di atas tanah sendiri. Kami masih belum merdeka dari kemiskinan," kata Isak kepada Salam Papua, Jumat (11/9/2020).

Menurut Isak, khusus dana proyek pemerintah, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 84 tahun 2012, sudah jelas mengatur nilai proyek Rp 500 juta diberikan kepada kontraktor OAP.

"Namun di Mimika aturan ini tidak berlaku sepenuhnya. Dinas PU buat lagi aturan sendiri dan itu tidak benar. Kami kontraktor OAP diberi proyek misalnya Rp 200 juta, tapi disubkan lagi ke 20 orang. Jadi masing masing dapat Rp 10 juta, lalu kerja proyek untungnya berapa? Apakah bisa untuk kasih makan   keluarga dan sekolahkan anak? Anak saya Damson Tinal yang kuliah di Fakultas Kedokteran Uncen semester VI tahun 2017 terpaksa menunda kuliahnya karena saya tidak ada uang. Biaya kuliahnya mahal," ujarnya.

Isak meminta Bupati Mimika Eltinus Omaleng serius memperhatikan pemberian proyek kepada kontraktor OAP. Agar melalui proyek tersebut, OAP bisa menikmati hidup yang layak, termasuk bisa menyekolahkan anak.

"Kalau bisa kami kontraktor OAP diberi proyek Rp 500 juta tidak perlu dibagi atau di sub ke 20 kontraktor lagi biar kami bisa mendapat untung. Bisa biayai hidup keluarga dan sekolahkan anak," ungkapnya.

Di samping itu, dia juga mengaku pernah mendapat proyek kebersihan dari Departemen Malaria Control PT Freeport Indonesia (PTFI).

"Tahun-tahun sebelumnya saya dapat proyek kebersihan dari Malaria Control untuk daerah Kwamki Narama. Tapi tahun ini belum dikasih. Katanya ada problem. Saya harap segera kasih saya proyek itu biar upaya pencegahan dan pemberantasan malaria di Kwamki Narama bisa berjalan. Biar masyarakat tidak kena penyakit malaria," tutupnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar