Jeni Usmany: Masyarakat yang Tidak Patuh Protokol Kesehatan Covid-19 Perlu Diberi Sanksi

Bagikan Bagikan
Pj Sekda Mimika, Jeni O. Usmany (Foto:SAPA)


SAPA (TIMIKA) - Kasus covid-19 di Kabupaten Mimika terus meningkat, hingga kini kumulatif kasus sebanyak 897 dengan kasus aktif sebanyak 153, sedangkan 737 kasus lainnya telah dinyatakan sembuh.

Penyebaran covid-19 di Kabupaten Mimika, di beberapa Kelurahan dan Distrik ditetapkan kembali menjadi wilayah zona merah covid-19, yakni Distrik Mimika Baru, Tembagapura, Mimika Timur Jauh, Distrik Wania dan Distrik Kuala Kencana.

Sesuai Surat Edaran Menteri PANRB No 67/2020 tanggal 4 September 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri PANRB No. 58/2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Tatanan Normal Baru, ASN diminta untuk kembali bekerja dari rumah khusus bagi daerah zona merah covid-19, dengan tujuan untuk mengurangi resiko tertularnya virus.

Pj Sekda Mimika, Jeni O. Usmany mengungkapkan, melalui edaran Men-PAN tersebut, tentunya Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Mimika harus bijak dalam  mengambil kebijakan, sehingga tidak muncul gejolak sosial yang baru.

"Untuk sementara kita tidak bisa mengambil kebijakan jika belum ada telaah teknis dari Satgas covid-19 dengan segala pertimbangan. Dari telaah teknis Satgas barulah akan dilihat oleh Bupati dan segera mengambil kebijakan, apakah ASN diperkenan untuk bekerja dari rumah atau bagaimana?" ungkap Jeni ketika ditanya wartawan, Kamis (10/9/2020).

Menurut Jeni, memang itu kebijakan dari pusat, namun implementasi dari daerah harus melihat situasi dan kondisi juga, dimana sesuai arahan Presiden, saat ini semua orang harus mampu hidup berdampingan dengan virus Corona dan di masa pandemi covid-19 ini roda ekonomi tetap harus berjalan.

"Kita juga harus pikirkan dampaknya. Kebijakan yang diambil harus dipikirkan agar tidak berdampak pada  masalah baru. Jangan sampai kita ambil kebijakan dengan buru-buru akhirnya berdampak luas dan malah bikin masalah baru, dan saya pikir ke depan kita perlu memberikan sanksi kepada masyarakat yang tidak patuh dengan protokol kesehatan, dan sesegera mungkin regulasi yang mengatur tentang sanksi harus ada," kata Jeni.

Ini juga akan berlaku bagi semua tempat hiburan malam (THM) di Timika yang beroperasi. Kata Jeni bagi THM jika tidak memenuhi protokol kesehatan maka akan diberikan sanksi yang tegas. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar