Karyawan PTFI Demo Minta Turun Karena Istri Dibawa Kabur Orang Lain

Bagikan Bagikan
Kadisnaker Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga. (Foto: SAPA/Jefri Manehat)


SAPA (TIMIKA) - Aksi spontanitas Demo yang dilakukan sejumlah karyawan PTFI dengan memblokade Jalan Tambang di Mile Point (MP) 72 PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura dan menuntut pembukaan akses bus shift day off (SDO), dikarenakan alasan permasalahan keluarga karyawan tersebut.

Kadisnaker Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga yang sempat menemui para karyawan PTFI saat sedang melakukan aksi demo beberapa waktu yang lalu, kepada wartawan sedikit bercerita, alasan karyawan sampai melakukan aksi tersebut dan menuntut agar managemen PTFI kembali membuka akses bagi mereka untuk bisa bertemu dengan keluarga mereka dan mengobati kerinduan mereka selama kurang lebih 6 bulan.

“Selama 6 bulan ini mereka tidak diizinkan turun dari wilayah Tembagapura, selama itu ada beberapa karyawan yang orang tuanya meninggal dan mereka tidak bisa mengikuti pemakaman karena mereka belum dizinkan untuk turun. Bahkan ada yang istrinya meninggal, ada yang anaknya meninggal dan mereka hanya bisa mendegar kabar dan tidak bisa turun,” kata Yanengga saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2020).

Bahkan kata Yanengga, ada juga istri karyawan yang dibawa kabur laki-laki lain, dan anaknya terlantar, mungkin karena itu sehingga dengan spontanitas para karyawan mulai berkumpul dan melakukan demo secara besar-besaran meminta mereka kembali diberikan fasilitas untuk turun ke Timika.

“Mereka hanya minta managemen sediakan bus untuk para karyawan bisa turun ke Timika,” ujarnya.

Yanengga mengungkapkan, ada beberapa karyawan sebelumnya meminta izin ke manajemen untuk turun ke Timika karena ada kedukaan dan juga masalah lainnya, namun tidak ditanggapi. Mungkin pada saat itu jika diizinkan managemen PTFI, maka tidak akan ada demo.

“Itu kita sudah sampaikan kepada managemen untuk bisa melihat hal tersebut, sehingga ke depan tidak ada lagi yang melakukan demo dan pekerjaan tetap berjalan normal,” kata Yanengga. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar