Karyawan PTFI Kembali Demo, Sebut 'Manajemen Hoax'

Bagikan Bagikan
Suasana demo di Tembagapura (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Karyawan PT. Freeport Indonesia kembali melakukan aksi demo, Rabu (2/9/2020).

"Iya, di sini karyawan kembali lakukan aksi," ujar salah seorang karyawan yang enggan menyebutkan namanya.

Menurut informasi yang dihimpun Salam Papua, karyawan melakukan aksi sejak pukul 07.00 WIT.


Karyawan melakukan aksi dengan menutup akses jalan yang merupakan area operasional pertambangan PT Freeport Indonesia yakni pertigaan Ridge Camp dan OB 3.

Dalam aksi tersebut karyawan membentang spanduk bertuliskan 'Manajemen Hoax', kemudian ada pula tulisan 'Bubarkan Opex', dan beberapa tulisan lainnya.

Aksi tersebut dilakukan lantaran hingga kini apresiasi yang dijanjikan oleh pihak PTFI terkait pemberian bonus karyawan selama enam bulan berada di dataran tinggi dalam masa Covid-19 belum ditepati.

Dan terkait mekanisme bus SDO, para karyawan masih menginginkan agar SDO dibuka 100 persen seperti biasanya.

Di samping itu, para karyawan juga merasa keberatan jika mekanisme naik menggunakan test rapid.

Sebelumnya pada Jumat (28/8/2020) Manajemen PT.Freeport Indonesia (PTFI) mengeluarkan Interoffice Memorandum (IMO) resmi.

Adapun isi dari IMO tersebut perusahaan akan mengatur layanan bus Shift Day Off (SDO) dengan tetap mempertahankan protokol COVID-19 yang berlaku di wilayah kerja dan komunitas PTFI.

Bagi mereka yang memilih untuk tetap tinggal di Dataran Tinggi dan Portsite selama jadwal SDOnya, perusahaan akan memberikan tunjangan tunai tambahan sebesar 750.000 rupiah sebelum dipotong pajak untuk setiap perjalanan yang tidak dilakukan sebagai penghargaan atas masa sulit mereka, hingga kondisi perjalanan sebelum COVID-19 dapat kembali lagi.

Perjalanan Dataran Tinggi ke Timika (Outbound) - Perusahaan akan menyediakan kapasitas tempat duduk bus maksimal 600 kursi ke Timika untuk transportasi SDO. Kapasitas ini akan tersedia untuk semua karyawan yang berdomisili di Timika (pemegang KTP Timika) yang bekerja dengan jadwal shift 5/2-5/3 atau 5/2-5/2.

Protokol sanitasi di bus akan diikuti, pemeriksaan suhu tubuh akan dilakukan sebelum naik, dan semua penumpang akan diminta untuk memakai masker saat berada di bus.

Perjalanan Timika Ke Dataran Tinggi (Inbound) - Pengujian / test COVID-19 akan diperlukan bagi mereka yang kembali ke Dataran Tinggi. Guna melindungi keselamatan semua orang, mereka yang memperoleh hasil tes reaktif atau positif saat pengujian untuk perjalanan inbound akan dikarantina. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar