Kasus Covid-19 di Mimika Masuk Fase Kritis

Bagikan Bagikan
Reynold Ubra (Dok:SAPA)


SAPA (TIMIKA) - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengungkapkan kasus covid-19 di Kabupaten Mimika sudah masuk dalam fase kritis. Kasus baru meningkat 3 kali lipat dari kasus sebelumnya dan itu hanya terjadi dalam satu bulan.

“Saya sudah menyampaikan kasus ini kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Kasus baru yang dilaporkan dalam satu bulan terakhir ketika Mimika menerapkan new normal dan tidak ada lagi pembatasan, rata-rata perhari kasus baru mencapai 15 kasus dengan angka kematian mencapai 2 perhari atau 1,5 dan itu terjadi dalam satu minggu terakhir,” kata Reynold.

Kasus ini tentunya jauh di atas angka yang dilaporkan pada kasus awal selama 138 hari, di mana perhari laporan kasus baru covid-19 hanya berkisar 3-5 kasus dengan angka kematian di bawah 1.

Dia menyebutkan kasus kematian yang terjadi dalam 1 bulan terakhir adalah orang tua atau lanjut usia (Lansia).

Kumulatif kasus kematian sebanyak 13 orang  di Timika, tambah Reynold, salah satunya berusia 108 tahun. Pasien tersebut tidak memiliki diabetes, hanya radang saluran pencernaan dan harus menjadi korban dari virus corona. Sebelumnya salah satu pasien berumur 84 tahun yang juga terpapar virus corona dan akhirnya meninggal.

“Kasus kematian ini memberikan gambaran kepada kita, karena yang meninggal ini adalah orang tua lanjut usia (Lansia). Lansia sebenarnya ada di rumah saja tapi mereka bisa terpapar, dan mereka meninggal bukan karena faktor Lansia, namun karena anggota keluarganya tidak disiplin yang tidak melakukan protokol kesehatan sehingga akhirnya mereka yang Lansia yang jadi korban,” ungkapnya.

Ia menegaskan kepada masyarakat Mimika untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan juga menjaga jarak. Karena saat ini Mimika memiliki banyak kluster yakni kluster keluarga, kluster kantor, kluster BUMN, bahkan kluster pasar sentral atau pasar baru.

“Saat ini kapasitas yang disediakan oleh RSUD tidak lagi mencukupi, kita mau taruh di mana, atau masyarakat mau rawat pasien covid-19 sendiri di rumah? Oleh karenanya, masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan, hindari tempat yang menjadi transmisi yang begitu cepat,” tegasnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar