Kejari Mimika Jemput Paksa Seorang ASN Terpidana Kasus Korupsi Dana Pra Jabatan

Bagikan Bagikan
Ayub Howay (pakai topi) saat diantar ke Lapas Kelas II B Timika (Foto:SAPA/Kristin)


SAPA (TIMIKA) - Tidak kooperatif, Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika akhirnya menjemput paksa Ayub Howay seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan terpidana kasus korupsi dana diklat pra jabatan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 616.382.391.

Ayub Howay dijemput paksa karena tidak pernah kooperatif dalam menjalankan hukumannya, bahkan dirinya sempat menghilang dan berpindah-pindah tempat, membuat pihak Kejari Mimika kesulitan melakukan eksekusi.

Pihak Kejari pernah hendak mengeksekusi ke Lapas Kelas II B Timika, namun keberadaan Ayub Howay tidak diketahui alias misterius. Padahal, sebelum putusan kasasi atas perkaranya turun dari MA, Ayub masih sempat beraktivitas di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika.

Ayub Howay merupakan terpidana berdasarkan keputusan mahkamah agung nomor 744 tahun 2017 dimana vonisnya adalah pidana penjara selama 4 tahun, denda Rp 200 juta dan uang pengganti kurang lebih Rp 200 juta serta pidana tambahan 1 tahun.

"Kita sudah beberapa kali ke rumah terpidana dan keluarganya namun keluarga mengaku tidak mengetahui keberadaan Ayub. Bahkan dia sering keluar-masuk Timika," jelas Kepala Kejaksaan Negeri Mimika (Kajari) M. Ridhosan kepada wartawan, Jumat malam (11/9/2020) di Lapas Kelas II B Timika.

Akhirnya beberapa waktu lalu, keberadaan Ayub terpantau oleh pihak Kejari sehingga Kepala Seksi Pidana Khusus dan Plh. Kasi Intel bersama rekan-rekan Kejari langsung melakukan penangkapan di daerah SP 1 Timika.

"Saat ini sedang kita masukan ke lapas Timika untuk proses administrasinya agar bisa langsung di eksekusi. Mengenai teknis perhitungan penahanan nanti akan dilakukan oleh pihak Lapas," ujarnya.

Kajari Mimika menjelaskan putusan MA terhadap Ayub tersebut mutlak pada tahun 2017 namun baru diterima oleh pihak Kejari Mimika pada tahun 2018.

"Selanjutnya kami melakukan pendekatan pemanggilan namun beliau tidak kooperatif untuk memenuhi panggilan makanya kami lakukan penangkapan," ujarnya.

Dijelaskan, Ayub Howay saat itu berperan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dalam kegiatan diklat pra jabatan Golongan I dan III pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2011 (Gelombang 1).

"AH ini sebagai PPTK dalam kegiatan diklat pra jabatan golongan 1 dan 3 cuman posisinya di DP perubahan, per Desember ia menjabat dan pelaku kegiatan di akhir tahun cuman kegiatan itu ada kerugian negara sehingga ia ditetapkan tersangka oleh penyidik detasemen dari Mimika sampai dengan sidang dan diputus dari tingkat pertama sampai dengan banding, dan kasasi dinyatakan bersalah sehingga saat ini kita laksanakan eksekusi," tutur Kajari.

Dalam kasus korupsi dana Diklat Prajabatan CPNS golongan I, II, dan III di lingkungan BKD Mimika pada tahun anggaran 2011, terdapat dua terpidana lainnya yakni Taslim Tuhuteru, dan Elieser Noro yang mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara secara keseluruhan Rp 1.145.411.126.

Kedua terpidana lainnya kini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Kelas II B Timika. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar