Kepatuhan Minum Obat Hingga Tuntas Menjadi Kunci Menurunkan Malaria di Mimika

Bagikan Bagikan
Reynold Ubra (Dok:SAPA)


SAPA (TIMIKA) – Kepatuhan minum obat hingga tuntas menjadi kunci menurunkan malaria. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, Rabu (2/9/2020).

Reynold menjelaskan rata-rata kasus malaria di satu puskesmas bisa 30 hingga 50 kasus perhari.  Annual parasite incidence (API) atau rata-rata kejadian malaria di Mimika dalam semester 1 tahun 2020 adalah 100/1000 penduduk.

“Kalau mencapai eliminasi maka rainsnya harus ada di kurang dari 1 kasus/1000 penduduk. Kalau pra eliminasi berarti satu kasus targetnya 1 sampai 5 kasus/1000 penduduk. Sebenarnya tahun 2020 ini kita bisa dorong kurang dari seratus, itu target kami, tapi dengan pandemi covid tentu saja akses untuk bagaimana implementasi malaria dalam menjangkau masyarakat menjadi terhalang juga,” kata Reynold.

Ia  menjelaskan untuk ketersediaan obat malaria di Mimika saat ini aman, namun menurutnya obat bukan segala-galanya.

“Yang terpenting adalah bagaimana mencegah malaria paling sederhana adalah tidak duduk di luar rumah pada jam 18.00 WIT sampai jam 6.00 pagi.  Kalau di kasih kelambu tidurlah menggunakan kelambu. Kalau keluar pada malam hari pakailah gel anti nyamuk kemudian yang sakit malaria minum obat itu tuntas. Karena dari sekian banyak kasus yang kita temukan itu hampir 70 persen karena kambuh berarti malaria baru di Timika hanya 30 persen. Nah kembali lagi isu kepatuhan, patuh minum obat sampai tuntas itu menjadi kunci untuk menurunkan malaria,” tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar