Klaster Portsite Amamapare Sumbang 44 Kasus COVID-19

Bagikan Bagikan

Ilustrasi-Corona virus. (Antara)

SAPA (TIMIKA)
- Klaster Pelabuhan Portsite Amamapare di wilayah Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua kini menyumbang sebanyak 44 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah itu.

 

Kepala Dinas Kesehatan yang juga Juru Bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Mimika Reynold Ubra di Timika, Jumat, mengatakan lonjakan kasus COVID-19 di kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare kini menjadi perhatian serius tidak saja oleh pihak PT Freeport Indonesia, tetapi juga oleh Pemkab setempat.

 

Reynold menyebut penularan COVID-19 di kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare awalnya bersumber dari para pelaku perjalanan (karyawan yang baru kembali cuti kerja dari daerah asalnya).

 

"Awalnya diketahui ada tiga orang pelaku perjalanan yang baru pulang cuti dari Jakarta, seorang diantaranya positif, sementara dua rekannya yang lain negatif," jelas Reynold.

 

Atas hasil itu, karyawan yang positif terpapar COVID-19 langsung diisolasi, sementara dua rekannya yang lain diperbolehkan bekerja namun tetap berada dalam pengawasan tim gugus tugas COVID-19 PT Freeport Indonesia di kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare.

 

Berselang 14 hari setelah pemeriksaan pertama, kedua karyawan yang diperbolehkan bekerja itu kembali menjalani pemeriksaan usap tenggorokan dan hidung dan hasilnya dinyatakan bahwa keduanya positif terpapar COVID-19.

 

"Dari situlah akhirnya berkembang menjadi transmisi lokal di wilayah Portsite Amamapare," jelas Reynold.

 

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas COVID-19 Mimika, pada 28 Agustus dilaporkan sebanyak 17 kasus baru positif COVID-19 di kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare.

 

Selanjutnya pada 1 September kasus COVID-19 di kawasan itu naik signifikan hingga 33 kasus dan hingga Kami (3/9) telah mencapai 44 kasus.

 

Lonjakan kasus positif COVID-19 di kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare itu menjadikan wilayah Distrik Mimika Timur Jauh, terutama Kampung (Desa) Amamapare kini menjadi salah satu kawasan zona merah penularan COVID-19 di Mimika.

 

Selain Distrik Mimika Timur Jauh (Kampung Amamapare), tiga distrik (kecamatan) lain yang juga menjadi kawasan zona merah penularan COVID-19 di Mimika yaitu Distrik Mimika Baru, Tembagapura dan Wania. Sementara Distrik Kuala Kencana kini ditetapkan sebagai zona kuning penularan COVID-19 di Mimika. Adapun 13 distrik lainnya masih berstatus zona hijau.

 

Reynold berharap temuan kasus COVID-19 di kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare itu tidak sampai memapar warga masyarakat yang bermukim di sekitar itu lantaran jaraknya cukup dekat dengan Pulau Karaka yang merupakan tempat tinggal masyarakat lokal Suku Kamoro.

 

"Kemungkinan seperti itu tidak ada, sebab kawasan Pelabuhan Portsite Amamapare itu kan area terbatas yang tidak bisa dimasuki oleh orang lain terkecuali karyawan PT Freeport Indonesia dan perusahaan subkontraktor dan pihak manajemen perusahaan saja. Yang jelas di sana sudah ada langkah-langkah penanganan oleh pihak perusahaan," ujarnya.

 

Secara kumulatif jumlah kasus COVID-19 di Mimika sejak 25 Maret hingga saat ini sudah mencapai 806 kasus, dengan 130 kasus (pasien) diantaranya kini masih menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit di Mimika.

 

Sementara jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di Mimika kini sudah mencapai 665 orang dan pasien meninggal dunia sebanyak tujuh orang. (Antara) 

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar