Lemasko Akan Libatkan Polda Papua Tinjau Pabrik Sagu YPMAK yang Dinilai Mubasir

Bagikan Bagikan
Ketua Lemasko, Gregorius Okoare (Foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) Gregorius Okoare mengklaim bahwa pabrik sagu yang telah dibangun YPMAK (dulunya LPMAK) di kampung Keakwa Distrik Mimika Tengah merupakan proyek yang mubasir.

Pabrik sagu yang telah dibangun selama 23 tahun tersebut dinilai mubasir lantaran hingga saat ini tidak difungsikan, padahal YPMAK membangunnya dengan anggaran yang cukup besar.

“Itu namanya proyek mubasir. Proyek itu sangat dibanggakan oleh masyarakat suku Kamoro dengan harapan ketika pohon sagunya ditebang maka langsung dimasukkan ke pabrik dan dikelola. Tapi sampai saat ini tidak difungsikan,” ungkapnya, Selasa (8/9/2020).

Karena itu Lemasko merencanakan adanya peninjauan terhadap pembangunan pabrik tersebut dengan melibatkan Polda Papua mengingat keberadaan pabrik itu tidak memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

Tinjauan itu bertujuan untuk mengetahui siapa pejabat YPMAK ataupun PTFI yang terlibat dalam pembangunan tersebut. Jika memang ada, maka merupakan penyalahgunaan anggaran atas kepentingan pribadi.

“Ini proyek siluman dan kepentingan pribadi dan sampai saat ini tidak ada buktinya. Makanya saya dari Lemasko mau supaya ditinjau bersama Polda. Saya akan surati Polda Papua untuk persoalan ini,” kata Gregorius. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar