Listrik di Mimika Sering Padam Karena Adanya Penyesuaian Fungsi PLTMG dan Pekerjaan Jalan

Bagikan Bagikan
Manajer PLN Timika, Martinus Irianto Pasensi (Kanan), Manajer Bagian Jaringan PLN, Junaidi (tengah) dan Manajer Bagian Perencanaan PLN, Muslim (kiri) (Foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Manajer PLN Timika, Martinus Irianto Pasensi mengaku bahwa seringnya pemadaman listrik yang selama ini terjadi di Mimika lantaran adanya upaya penyesuaian fungsi PLTMG dan pekerjaan jalan.

Karena itu, saat ini PLN terus berupaya memaksimalkan pembangkit PLTMG dengan jalan memelihara beberapa jaringan yang penampangnya kecil guna diubah menjadi penampang yang lebih besar. Selain itu, pembenahan semua jaringan yang bisa dimanuver ke tempat lain ketika terjadi pemadaman.

“Dengan jadwal yang ada, pemeliharaan itu kita lakukan tiga sampai empat kali dalam seminggu, jadi kalau dibilang tidak ada pemadaman itu agak sulit. Itu kita lakukan untuk pembenahan. Apalagi kita benar-benar sedang mempersiapkan untuk pelaksanaan PON, karena ada venue-venue PON yang suplay jaringannya harus dipersiapkan,” ungkap Martinus saat ditemui Salam Papua di kantor PLN, Senin (28/9/2020).

Pemadaman listrik itu ada dua yaitu yang terencana dan tidak terencana. Untuk pemadaman terencana itu biasanya disebut dengan pemeliharaan dan didahului dengan pengumuman kepada masyarakat. Namun yang sulit diatasi adalah pemadaman yang tidak terencana.

“Akhir-akhir ini PLN fokus memaksimalkan dua sistem pembangkit yaitu PLTD di PLN dan juga sistem pembangkit PLTG yang ada di Poumako. Untuk PLTMG sementara diupayakan penguatan pola operasinya agar semua sistem aliran listrik di Mimika  dapat semaksimal mungkin ke PLTMG, karena untuk di PLTMG punya 10 unit mesin dengan kapasitas 10 Mega, sementara di PLTD memiliki hampir 50 mesin, tapi dengan kapasitas yang kecil,” katanya.

Menurut dia, bicara soal efisiensi, maka satu pembangkit dengan kapasitas besar jauh lebih efisien dibandingkan banyak pembangkit yang kapasitasnya kecil-kecil.
Saat inipun dari PLTMG sementara dalam tahapan membangun transmisi dari Poumako ke SP4 guna dibangun gardu induk, sehingga semua tegangan akan lari ke gardu induk tersebut dan disebarkan ke jaringan masyarakat. Pembangunan gardu induk itu diharapkan bisa selesai di akhir tahun ini ataupun di awal tahun depan.

“Daya dari PLTMG saat ini sudah terserap, tetapi belum maksimal, karena masih adanya pembenahan di daerah SP4 yaitu pekerjaan kabel-kabel kecil yang diganti dengan kabel besar dan terbungkus supaya kalau ada pohon tumbang atau gangguan lainnya maka tidak langsung padam,” jelasnya.

Di samping itu, manajer bagian jaringan PLN, Junaidi menjelaskan bahwa untuk persoalan pemeliharaan dan penanganan emergency, pihaknya selalu memohon maaf kepada masyarakat melalui media ataupun sosialisasi.

Namun, perlu dipahami juga bahwa khusus untuk wilayah SP3 saat ini terganggu dengan adanya pekerjaan lanjutan jalan Cendrawasih mulai dari bundaran SP2 hingga ke checkpoint Kuala Kencana. Dengan adanya pekerjaan jalan ini, berarti PLN, Telkom dan PU juga kerja bersamaan, sehingga tidak menutup kemungkinan banyak hal yang akan mengganggu sistem aliran listrik.

“Itu tergolong emergency dan di luar yang dijadwalkan, karena kalau misalnya alat berat yang mengerjakan jalan menggoyangkan sistem jaringan listrik maka sudah pasti bisa berdampak ke padamnya listrik. Dengan adanya pekerjaan jalan itu,  ada juga pemadaman yang memang sebagai proteksi dari PLN untuk antisipasi agar tidak ada pekerja yang tersengat arus listrik saat bekerja, baik saat siang hari ataupun malam hari,” kata Junaidi.

Selain karena pekerjaan jalan, pemadaman juga bisa terjadi lantaran adanya persoalan besar seperti pohon tumbang serta adanya binatang malam yang tersangkut pada instalasi. Hal seperti ini juga akan memakan waktu yang cukup lama dalam pemulihannya, karena harus dimulai dan disesuaikan dari pangkalannya.

“Hal seperti itu yang terjadi di luar jadwal. Makanya setiap kali pemadaman yang seperti itu, PLN hanya bisa memohon maaf dan pengertian dari masyarakat. Kita juga paham bahwa amarah dari masyarakat itu sebetulnya lantaran tidak tahu kondisi yang sebenarnya,” jelasnya.

Apalagi saat ini di arah SP2, SP3 hingga ke Kwamki Lama sedang dalam progres persiapan PON, sehingga secara pasti akan selalu ada pemadaman.

“Kami juga selalu sesuaikan dengan progres kerjanya PU. Jadi terkadang tiba-tiba PU minta supaya di titik pekerjaannya harus dipadamkan. Kita tidak mau padamkan, tapi PU takut jika terjadi sesuatu saat proses kerja sedang berjalan. Makanya kita padamkan,” katanya.

Selanjutnya diharapkan adanya kesadaran dari seluruh masyarakat agar melakukan pemangkasan pohon-pohon yang ada di sekitar rumah masing-masing yang bisa menghambat atau berpotensi mengganggu instalasi listrik.

Untuk sistem juga harus terus dibenahi mengingat adanya PLTMG, tetapi PLN juga selalu berusaha agar pemadaman tidak terjadi hingga 24 jam agar tidak mengecewakan masyarakat.

“Karena yang kita lakukan supaya ke depannya lebih baik lagi. Kami mohon maaf dan pengertian dari masyarakat selaku pelanggan PLN,” tuturnya.

Sedangkan Manajer Bagian Perencanaan PLN, Muslim mengatakan, salah satu bentuk dukungan dari masyarakat yang diharapkan adalah kesadaran untuk memangkas pohon yang bisa mengganggu jaringan listrik.

“Yang disampaikan oleh Pak Manajer itu benar, karena sekarang ini kami sementara pembenahan sistem dan diupayakan beberapa waktu ke depan bisa menyelesaikannya. Tapi kami juga minta supaya masyarakat tidak menanam pohon di bawah instalasi listrik. Kalaupun sudah ada, harus dipangkas sendiri,” kata Muslim. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik co sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik co paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus