Mama-Mama Papua Minta Pemkab Mimika Juga Tertibkan Pendatang Penjual Pangan Lokal di Luar Pasar Sentral

Bagikan Bagikan
Mama-Mama Papua Penjual Pangan Lokal Mimika (Foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Mama-Mama orang Papua teriak meminta agar Pemkab Mimika tertibkan seluruh pedagang pendatang yang bebas menjual pangan lokal seperti sayur, sagu termasuk pinang di setiap kompleks warga di dalam kota Timika.

Mama-Mama  yang dipindahkan dari pasar lama ke pasar sentral Timika ini meminta hal itu lantaran sejak lama banyak pendatang yang seolah merebut mata pencaharian mereka, sehingga mereka sebagai pedagang lokal asli Papua di Mimika kesulitan mencari nafkah.

“Saat ini di dalam wilayah kota ini banyak kios dan toko besar yang ikut menjual pangan lokal. Kalau sudah begini, kami ini mau jual apa? Pendatang stop jual pinang, sayur-sayuran, keladi, petatas, sagu dan hasil kebun lainnya. Pendatang itu jual beras, pakaian, ikan, ayam dan yang lainnya yang didatangkan dari luar. Kenapa mau merebut lagi yang kami punya bagian? Itu namanya mencuri,” ungkap Mama Jupinua mewakili Mama-Mama lainnya di hadapan tim gabungan Pemkab, Pol-PP, TNI dan Polri, Jumat (11/9/2020).

Dijelaskan bahwa saat ini Mama-Mama Papua menerima dipindahkan dari pasar lama dan gorong-gorong, tetapi Pemkab Mimika harus berkomitmen agar menertibkan semua pendatang yang menjual pangan lokal di seluruh wilayah kota Timika.

“Kalau pendatang jual di masing-masing kios, siapa yang mau datang beli kami punya sayur di pasar sentral? Kami ini susah, bersyukur kalau tiap hari  bisa dapat Rp 100 ribu, tapi kalau tidak, pendapatan kami hanya bisa untuk bayar ojek. Padahal kami harus memenuhi kebutuhan rumah tangga dan menyekolahkan anak,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Mama-Mama lainnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar