Mama-Mama Papua yang Berjualan di Pasar Lama Akhirnya Dipindahkan ke Pasar Sentral Timika

Bagikan Bagikan
Mama-Mama dari pasar lama saat dipindahkan ke pasar sentral Timika (Foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Diperkirakan dua ratusan Mama Papua yang selama ini berjualan di pinggiran jalan pasar lama akhirnya dipindahkan ke pasar sentral Timika.

Dengan dipindahkannya ratusan Mama ini maka dipastikan tidak akan ada lagi pedagang sayuran, buah-buahan, ikan dan jenis pangan lainnya yang dijual di pinggiran jalan ataupun di depan emperan toko di seputaran pasar lama Timika.

Menyusul pemindahan Mama-Mama ini, Pemkab Mimika melalui Disperindag siap mengupayakan transportasi khusus untuk mengantar dan menjemput Mama-Mama ke pasar sentral. Hal ini pun merupakan permintaan Mama-Mama lantaran mengaku kesulitan untuk mendapatkan taksi ataupun biaya ojek yang mahal.

“Hari ini hanya Mama-Mama dari pasar lama yang kita pindahkan. Berikutnya kita akan pindahkan Mama-Mama Papua yang dari gorong-gorong. Tidak diperbolehkan lagi adanya penjual di pinggiran jalan di pasar lama ataupun gorong-gorong. Untuk transportasi yang mereka minta itu tetap kami upayakan tentunya bersama Dishub. Nanti akan didata berdasarkan wilayah tempat tinggal Mama-Mama ini dan kemudian atur trayek jemputannya,” ungkap Kadisperindag Mimika, Michael R. Go Marani  di pasar sentral, Jumat (11/9/2020).

Fasilitas di pasar sentral jauh lebih memberikan perlindungan kepada Mama-Mama, karena dalam bangunan yang ada memiliki atap, dialasi lantai permanen dan beberapa fasilitas lainnya seperti WC dan dijaga oleh security.


Menurut Kadisperindag, Mama-Mama ini sebetulnya banyak yang sudah punya lapak di bagian dalam pasar sentral, tapi ditinggal dan disewakan kepada orang lain. Selain itu  mereka masih menuntut juga di gedung baru.

“Lapak-lapak yang sudah ada mereka tinggalkan dan disewakan ke orang lain. Tempat  jualan di pasar sentral untuk Mama-Mama Papua dari pasar lama dan gorong-gorong sudah memadai. Lapak-lapak yang khusus untuk Mama-Mama Papua yang ada di pasar sentral tetap milik mereka,” katanya.

Dirinya mengaku, ke depannya pihaknya juga akan menertibkan beberapa pasar yang ada di Kabupaten Mimika.

“Selain penataan pasar lama dan gorong-gorong, ke depannya kami bersama tim yang sudah dibentuk juga akan menata beberapa pasar lainnya seperti SP2,SP1, SP4 dan yang lainnya,” ujarnya.

Sedangkan Kapolsek Mimika Baru (Miru), Kompol Sarraju, SH menjelaskan bahwa pemindahan Mama-Mama Papua ini seusai dengan keputusan Bupati agar semua penjual atau pedagang yang ada di pinggiran jalan bisa disatukan ke pasar sentral.

Penertiban sekaligus pemindahan pedagang ini dilakukan tim khusus dengan alasan agar semua aktivitas perdagangan bisa dipusatkan di pasar sentral. Intinya yang dilakukan pemerintah adalah yang terbaik untuk masyarakat dan penataan kota Timika.

Dalam upaya penertiban ini menurut dia, tidak ada aksi yang merugikan yang dilakukan Mama-Mama Papua, tetapi hanya aksi protes dan bisa diamankan oleh Kepolisian, TNI dan PolPP yang tergabung dalam tim.

“Kita lihat sendiri fasilitas di pasar sentral ini sangat baik dan nyaman. Sedangkan kalau Mama-Mama ini tetap ada di pasar lama, itu sangat tidak nyaman untuk keselamatan mereka dan barang jualan mereka, karena digelar di pinggiran jalan,” tutur Kapolsek Miru. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar