Masyarakat Mimika Diminta Tetap Waspada Covid-19

Bagikan Bagikan
Juru Bicara Tim Gugus Covid-19 Kab. Mimika, Reynold Ubra (Foto:SAPA/Kristin)


SAPA (TIMIKA) – Juru bicara tim gugus Covid-19 sekaligus sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menjelaskan di masa new normal tahap ke empat kasus Covid-19 di Mimika memang bertambah.

Yang terjadi di Porsite kata Reynold adalah pelaku perjalanan yang pulang cuti dari Jakarta, kemudian memang sudah diperiksa, namun waktu itu hasilnya negatif. Tapi di hari keempat masa karantina ketiga orang tersebut kembali diperiksa, satu di antaranya positif dan yang dua karena negatif diperbolehkan kerja namun tetap dalam masa pemantauan.

“Pada hari ke 14 dipantau di SWAB lagi ternyata keduanya positif dan akhirnya berkembang menjadi transmisi lokal. Namun kami tidak terlalu khawatir karena dalam dua bulan terakhir angka reproduksi efektif kita tidak lebih dari dua,” kata Reynold Ubra kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Ia mengatakan pendeteksian kasus ini semakin lama semakin meningkat dengan melihat real time PCR yang diperiksa. Kalau di rumah sakit Tembagapura bisa mencapai hampir 400, kalau di RSUD lebih dari 200. Setiap pemeriksaan dalam dua minggu kurang dari lima, dan menurutnya new normal masih tetap bisa dilakukan.

“Kondisi hari ini supaya tidak terjadi kontraksi ekonomi, masyararakat secara mandiri bisa memenuhi kebutuhan ekonominya demikian pula roda ekonomi secara makro di Mimika. New normal itu menjadi penting yaitu bagaimana tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Bila perlu tetap tinggal dalam rumah terutama bagi penduduk yang rentan seperti lansia,” ujarnya.

Dijelaskan sampai hari ini Kata Reynold jumlah orang yang terinfeksi paling banyak adalah 80 persen lebih yakni laki-laki terutama para usia produktif. Sehingga laki-laki terutama yang usia produktif lebih berhati-hati supaya jangan menularkan itu ke rumah. Karena mulai kasus ini ada di Timika, pola penularannya terjadi dari kerumunan atau banyak orang kemudian sampai ke rumah.

Belakangan ini, pada masa new normal ketiga dan keempat, pola penularan dari individu kemudian sampai ke rumah bahkan di komunitas. Oleh karena itu, siapapun orang di dekat kita ujar Reynold, harus tetap waspada karena lebih dari 80 persen kasus Covid-19 di Timika hampir semua pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan pemeriksaan PCR itu tidak menunjukkan gejala.

“Kondisi hari ini, Tim Gugus Tugas Covid-19 sudah menerapkan pedoman tata laksana Covid-19 revisi kelima dimana pada revisi ini sudah tidak ada istilah ODP, PDP dan OTG, tetapi OTG sudah diganti dengan suspek jadi satu saja tanda gejala dan memiliki riwayat demam itu dikategorikan suspek,” jelasnya.

Kemudian kalau misalnya ada demam, sesak nafas dan batuk yang dulunya PDP sekarang sudah dikategorikan kemungkinan besar adalah Covid-19. Kemudian istilah yang dipake lagi adalah konfirmasi yaitu pasien yang positif. Pasien yang positif terbagi menjadi dua yaitu pasien positif Covid dengan gejala dan pasien positif tanpa gejala.

Pada revisi 4 bahwa yang disebut pasien sembuh Covid-19 apabila tanpa gejala, kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan dua kali berturut-turut, PCRnya negatif baru bisa dinyatakan selesai isolasi atau sembuh. Kalau didalam revisi lima ini lebih efisien dalam masa perawatan dan juga masa pengobatan dan pembiayaan, yaitu jika terkonfirmasi positif sampai hari kesepuluh, ditambah sekurang-kurangnya tiga hari tanpa gejala, maka bisa dinyatakan selesai isolasi atau sembuh.

“Demikian pula kontak erat, untuk semua kontak erat tidak diisyaratkan melakukan rapid test, tetapi harus melakukan pemeriksaan real time PCR. Kalau kasus yang di Timika sendiri itu adalah gambaran hasil kontak tracing dari satu kantor, satu rumah dan satu tempat kerja. Pasien yang sudah dinyatakan sembuh sesuai dengan kriteria hari yakni sekurang-kurangnya tiga hari berarti sudah dipulangkan kalau sudah tidak ada gejala,” kata Reynold.

Dijelaskan sebenarnya di hari ke delapan, pasien yang tanpa gejala itu juga sudah bisa dikatakan sembuh karena meskipun ada virusnya di dalam tubuh dan hasil pemeriksaan SWABnya positif tetapi tidak berpotensi untuk menularkan. Ini secara data di Timika hampir sebagian besar kontak erat dari pasien positif Covid-19 yang punya gejala itu lebih banyak yang positif dibandingkan pasien yang dinyatakan positif real time PCR tapi tanpa gejala.


”Pasien yang saat ini diisolasi secara keseluruhan ada 118, yang terdiri dari RSUD 48 pasien dan di Tembagapura ada 70 pasien. Kemudian terkait pembiayaan di masa new normal ini, semua masih di tanggung oleh pemerintah daerah dan pusat,” tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar