Memutus Rantai Praktik Jual Beli Lapak di Pasar Sentral, Disperindag Mimika Terbitkan Surat Perjanjian

Bagikan Bagikan
Penandatanganan surat perjanjian sewa pakai lapak blok A1 dan A2 di pasar sentral Mimika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Guna memutus mata rantai sewa menyewa dan jual beli lapak di Pasar Sentral, Pemkab Mimika melalui Disperindag terbitkan surat perjanjian pinjam pakai lapak terhadap seluruh pedagang.

Surat perjanjian pinjam pakai lapak ini ditandatangani oleh Pemkab Mimika melalui Disperindag selaku pihak pertama bersama seluruh pedagang yang telah menerima kunci lapak pada blok A1 dan A2 di pasar sentral selaku pihak kedua.

Poin atau ketentuan dalam perjanjian tersebut adalah setiap pedagang peroleh los sesuai masing-masing ukuran sebagai tempat berjualan. Pedagang punya hak sebagai pemakai los, kios atau lapak dengan tujuan berdagang, sedangkan pemerintah adalah pemiliknya. Pedagang selaku pihak kedua dilarang memindahtangankan kios, lapak atau los tersebut untuk disewa ataupun dijual kepada pihak lain.


Dengan ditandatanganinya surat perjanjian tersebut maka kios, lapak atau los resmi menjadi milik pemerintah daerah, sehingga semua bentuk sewa menyewa menjadi gugur dan tidak lagi berlaku. Para pedagang dilarang mengubah bentuk yang telah ada tanpa izin dari pemerintah selaku pihak pertama. Pedagang juga dilarang menjadikannya sebagai tempat tinggal.

Jika pihak kedua meninggal dunia maka lapak kembali menjadi milik pemerintah. Pedagang wajib membayar retribusi pasar dan sampah. Jika tidak membayarnya sebanyak tujuh kali maka pihak pertama akan menyegel lapak yang ditempatinya. Pedagang dilarang menjual bahan bakar minyak (BBM) eceran dengan jenis apapun di dalam lapak wilayah pasar. Pedagang wajib menjaga kebersihan dengan membuang sampah di tempat dan waktu yang telah ditentukan. Ketika ada penataan atau pengembangan pasar sesuai master plan, maka semua pedagang harus bersedia direlokasi. Pedagang wajib memelihara semua fasilitas yang ada mulai dari bangunan, tembok, toilet, jalan, drainase, alat pemadam kebakaran, instalasi listrik dan yang lainnya.

Di hadapan para pedagang, Kepala Disperindag Mimika Michael R.Go Marani menjelaskan bahwa surat perjanjian ini dikeluarkan setelah melalui kesepakatan bersama Bamus pasar sentral, di mana seluruh bangunan ruko, meja, lapak dan fasilitas lainnya dalam wilayah pasar sentral adalah milik dan sebagai aset Pemkab Mimika. Dengan demikian, semua pedagang yang telah menerima kunci berhak menempati ruko dan menggunakan segala fasilitasnya dengan catatan harus menaati semua peraturan yang tertera dalam surat perjanjian tersebut.

“Bapak dan Ibu pedagang perlu ketahui bahwa gedung blok A1 ini telah dibangun selama kurang lebih tujuh tahun dan blok A2 kurang lebih tiga tahun. Jadi kami akan terus berupaya untuk memanfaatkannya. Hari ini kita tandatangani perjanjian setelah Disperindag menyerahkan kuncinya,” kata Michael di pasar sentral, Senin (7/9/2020).

Dijelaskan bahwa surat perjanjian tersebut berlaku selama satu tahun dan akan diperpanjang. Selain untuk pedagang yang telah memegang kunci ruko pada blok A1 dan A2, ke depannya surat perjanjian pinjam pakai juga akan diberlakukan kepada pedagang di pasar sentral secara menyeluruh.

“Selama ini banyak pedagang yang telah memegang kunci, tapi belum memanfaatkan ruko yang ada. Makanya saat ini kita persiapkan surat perjanjiannya. Ini tidak ada yang dirugikan, tapi untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang sudah dibangun dengan anggaran besar oleh pemerintah dan memberi pemanfaatan kepada pedagang,” ujarnya.

Surat perjanjian ini juga memberikan perlindungan hukum kepada semua pedagang, sehingga tidak ada lagi klaim mengklaim atas kepemilikannya.

“Kami ingatkan tidak ada lagi sewa menyewa di dalam lapak yang telah ada. Surat perjanjian ini nantinya berlaku untuk semua pedagang, baik lapak ikan, sayur-sayuran, buah-buahan dan yang lainnya,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar