Otsus Papua Tetap Akan Berlanjut Hingga 2041, Hanya Direvisi Mekanisme Pemberian Anggarannya

Bagikan Bagikan
Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ketahanan Nasional, Marsekal Muda (Marsda) TNI, Ahmad Sajili (Foto:SAPA/Jefri Manehat)


SAPA (TIMIKA) - Otonomi Khusus (Otsus) berjalan sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001, tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan Papua Barat (UU Otsus Papua).

Dengan akan berakhirnya otsus pada tahun 2021 mendatang, menjadi kontroversi bagi masyarakat Papua sendiri dan juga bagi Pemerintah, dimana sebagian masyarakat Papua menolak adanya Otsus Jilid II lantaran Otsus yang diberikan tidak pernah dirasakan oleh masyarakat Papua, namun Pemerintah tetap pada keinginan untuk dilanjutkan Otsus 20 tahun ke depan atau hingga tahun 2041, yang mana dalam Pasal 34 UU nomor 21/2001 disebutkan bahwa penerimaan anggaran dalam rangka otonomi khusus berlaku selama 20 tahun.

Dalam hal ini, Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ketahanan Nasional, Marsekal  Muda (Marsda) TNI, Ahmad Sajili mengatakan mekanisme pemberian anggarannya akan direvisi kembali.

“Untuk dananya akan dievaluasi agar dana itu bisa tersentuh kepada masyarakat dan dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik lagi.  Yang berubah itu dananya bukan Otsusnya,” ungkapnya saat jumpa pers di Timika, Kamis (3/9/2020).

Untuk membangun SDM Papua yang lebih baik, Staf Ahli Bidang Ketahanan itu mengatakan Pemerintah berencana akan membangun sekolah penerbang di Papua.

“Intinya Otsus tetap berlanjut sampai tahun 2041,” tuturnya.

Sementara terkait kelompok kriminal bersenjata (KKB), Marsda TNI, Ahmad Sajili menyebut KKB hanya menjadi bagian dari ide- ide segelintir orang yang sedang berilustrasi, Negara akan terus memberikan keamanan dan akan terus memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar