PAD Mimika 2020 Capai 51%, Bapenda Terus Genjot Raih 100% di Akhir Tahun

Bagikan Bagikan
Dwi Cholifa (Foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifa mengaku bahwa target PAD Mimika tahun 2020  secara keseluruhan sebesar Rp 335 miliar dan yang tercapai saat ini telah mendekati 51 persen.

Ditemui di Pasar Sentral usai peresmian penarikan retribusi parkir, Dwi mengatakan khusus untuk pajak daerah telah mencapai 225 miliaran dan telah terealisasi mendekati 65 persen. Sementara, untuk retribusi, dari target Rp 15 miliar lebih telah mencapai Rp 9 miliar lebih.

“Jadi PAD kita secara keseluruhan Rp 335 miliaran yang telah mencapai 51 persen. Sedangkan PAD yang lain-lain yang sah itu berkisar Rp 150 miliar lebih,” katanya.

Dengan demikian, bisa dipastikan hingga akhir tahun capaian PAD Mimika bisa mencapai 100 persen.

"Kalau untuk pajak daerah itu dari Bapenda yang langsung kontrol. Sedang kalau untuk retribusi itu dari dinas masing-masing. Saat kita lakukan evaluasi beberapa waktu lalu, semua dinas terkait telah memaparkan semuanya," katanya.

Retribusi terbesar salah satunya berasal dari Disperindag mengingat ada juga rekomendasi lain-lainnya. Selain Disperindag, juga dari perizinan terkait IMB cukup besar dan terbesar berikutnya dari Disnaker.

Dijelaskan bahwa hingga saat ini masih banyak sumber PAD yang harus terus digenjot. Namun tetap melalui upaya yang serius, karena berbicara digenjot bukan berarti seperti sulap menyulap, karena harus menyiapkan regulasinya.

Menurut dia, di tengah pandemi covid-19, capaian tersebut cukup luar biasa. Selanjutnya konsentrasi Bapenda di 10 pajak daerah mengingat untuk retribusi melalui dinas-dinas seperti Disperindag, Pariwisata, Perizinan dan yang lainnya dan tetap dikoordinir Bapenda.


“Seperti  diketahui bahwa pandemi covid-19 ini baru menggeliat lagi, tapi untuk tempat hiburan malam (THM) sudah dibuka, jam operasional restoran mulai normal. Sedangkan untuk hotel-hotel belum terlalu stabil mengingat persoalan hotel berkaitan dengan penerbangan, karena penerbangan belum aktif di setiap hari seperti sebelum pandemi,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar