Pedagang Pasar Lama dan Gorong-Gorong Diberi Waktu Tiga Hari Pindah ke Pasar Sentral Timika

Bagikan Bagikan
Kadisperindag Kab. Mimika saat memberikan arahan kepada pedagang di pasar lama dan gorong-gorong (Foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Seluruh pedagang di pasar lama dan gorong-gorong yang selama ini berjualan di pinggiran jalan dan ruko diberi waktu tiga hari ke depan untuk pindah dan menempati lapak yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika di pasar Sentral.

Hal ini disampaikan secara lisan dalam sosialisasi yang dilaksanakan tim Gabungan Pemkab Mimika melalui Disperindag, PolPP, TNI dan Polri. Setelah diberikan waktu selama tiga hari, dipastikan hari Jumat mendatang seluruh penjual sayuran, buah dan ikan di dua pasar tersebut akan ditertibkan.

“Hari ini kami sampaikan kepada Bapak dan Ibu penjual ikan, sayur dan buah yang ada bahwa selama tiga hari ke depan semua harus kosongkan tempat dan segera tempati lapak yang ada di pasar sentral. Ini sesuai instruksi Bupati Mimika. Jika tidak, maka hari Jumat mendatang tim akan kembali dan melakukan penertiban,” ungkap Kepala Disperindag Mimika, Michael R. Go Marani saat melakukan sosialisasi di pasar Lama jalan Bhayangkara, Selasa (7/9/2020).

Hal yang sama juga disampaikan kepada seluruh pedagang yang ada di pasar gorong-gorong. Penertiban pedagang dilakukan guna mendukung penataan kota menuju PON ke XX tahun 2021 mendatang.

Pedagang pasar lama yang selama ini menggelar dagangannya hingga ke mata jalan diperintahkan untuk segera berpindah ke pasar sentral. Yang tertinggal hanyalah pedagang sembako atau kios-kios. Selain  itu para pedagang sembako, pakaian dan dagangan import lainnya dilarang menjual sayur-sayuran ataupun pangan lokal lainnya.

Pantauan Salam Papua, sosialisasi di dua pasar ini sempat menuai protes dari beberapa Mama-Mama Papua. Mama-Mama Papua mengaku akan bertahan di tempatnya masing-masing lantaran tidak mendapatkan tempat di pasar sentral.

“Kami ke pasar sentral di usir. Kami ditempatkan di lapak yang bagian belakang. Siapa yang mau datang beli kita punya sayur? Pasar sentral juga terlalu jauh, penghasilan kami tidak cukup untuk biaya ojek,” ungkap seorang Mama di pasar lama.

Hal yang sama juga disampaikan oleh beberapa Mama di pasar gorong-gorong, dimana pasar gorong-gorong merupakan pasar yang dekat dan mudah dijangkau oleh pembeli. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar