Pemkab Mimika Gunakan Wisma Atlet Sebagai Rumah Sakit Darurat Tangani Pasien Covid-19

Bagikan Bagikan
Wisma Atlet/Shelter yang siap digunakan sebagai tempat isolasi pasien covid-19 di Timika (Foto:SAPA/Jefri Manehat)


SAPA (TIMIKA) - Dalam kondisi peningkatan kasus covid-19 saat ini, tempat tidur di RSUD Mimika sudah penuh, untuk itu Pemerintah Kabupaten Mimika mengambil langkah mematenkan shelter sebagai rumah sakit darurat untuk menangani pasien covid-19 yang memiliki gejala ringan dan sedang.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM pada Selasa (29/9/2020) mengungkapkan, sebelumnya pemerintah merencakan akan menggunakan Puskesmas Mapurujaya sebagai rumah sakit darurat untuk menangani pasien covid-19, lantaran kapasitas yang tersedia di RSUD sudah tidak cukup untuk menampung pasien. Namun hal itu tidak disetujui oleh masyarakat sekitar, bahkan masyarakat sempat melakukan pemalangan tepat di gerbang masuk Puskesmas Mapurujaya.

Wabup John yang ditemui seusai mengecek shelter yang berlokasi di jalan SP2 itu, kepada wartawan mengatakan, shelter atau wisma atlet yang akan digunakan sebagai tempat isolasi, akan direhab ulang kembali. Dalam waktu dekat wisma atlet segera digunakan sebagai tempat isolasi pasien covid-19.

Diketahui sebelumnya wisma atlet tersebut juga digunakan sebagai tempat untuk mengisolasi orang dengan status OPD, PDP dan OTG yang memiliki kontak erat dengan pasien covid-19. 

Sebanyak 42 unit tersedia di shelter yang siap untuk menampung pasien covid-19 dengan gejala ringan. Selain shelter, Wakil Bupati mengatakan pemerintah juga gunakan Mimika Sport Center (MSC) sebagai tempat isolasi pasien covid-19 dengan gejala sedang, dan saat ini kurang lebih 70 pasien covid yang sedang di isolasi di MSC.

Di tempat yang sama, Reynold Ubra selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengatakan bahwa penggunaan fasilitas wisma atlet sebagai tempat isolasi merupakan salah satu langkah pemerintah dalam menjawab pasien covid-19 yang terus meningkat di Mimika. 

Pasien yang sedang melakukan isolasi mandiri, sebagian besar dengan gejala sedang hingga berat, bahkan sebagian besar hilang indra penciumannya, sehingga dengan adanya rumah sakit darurat ini pasien covid yang saat ini sedang melakukan isolasi mandiri dapat juga diisolasi pada tempat yang disediakan oleh pemerintah.

“Kondisi hari ini kita tidak aman lagi. Untuk mengantisipasi kasus yang terus meningkat, kami sudah menyurat kepada setiap pimpinan instansi di Timika, ketika ditemukan kasus di kantor atau instansi tersebut, dan untuk mengurangi kontak erat maka kita akan meminta agar tidak ada lagi aktivitas dari kantor dan hanya diizinkan untuk bekerja dari rumah,” ujarnya.

Mimika sudah termasuk transmisi lokal, sehingga kasus yang terjadi tidak diketahui pasti model penularannya, apakah penularannya dari kantor ke rumah atau sebaliknya, semuanya memiliki hubungan timbal balik. Reynold mengaku, hal itu terjadi karena masyarakat tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Untuk memutus itu, ia mengatakan semua orang yang datang ke RSUD ataupun Puskesmas dengan tanda gejala covid, langsung dilakukan screening dan ketika menunjukan gejala akan langsung dilakukan rapid test selanjutnya diminta untuk melakukan isolasi mandiri, selama itu tim akan tetap mengawasi hingga dijadwalkan untuk Swab. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar