Penerimaan Bea Cukai Amamapare Hingga Agustus 2020 Capai Target 113 Persen

Bagikan Bagikan
Kepala Bea Cukai Amamapare  I Made Aryana (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Bea Cukai Amamapare, I Made Aryana menjelaskan, per tanggal 31 Agustus 2020, Bea Cukai Amamapare telah menyumbang penerimaan Negara dari sektor pungutan bea masuk sebesar Rp 67,383,593,000.

"Untuk bea keluar sebesar Rp 640,111,396,560, serta penerimaan pabean lainnya sebesar Rp 2,362,651,721. Sehingga total penerimaan negara yang berhasil dikumpulkan oleh Bea Cukai Amamapare per tanggal 31 Agustus 2020 sebesar Rp 709,857,641,281," jelas Made.

Dijelaskan Bea masuk adalah dari barang-barang impor masuk, sementara bea keluar adalah dari konsentrat PT. Freeport Indonesia, serta Pabean lainnya dari Bunga, sanksi administrasi, dan denda.

Namun demikian, katanya terdapat restistusi per tanggal 31 Agustus 2020 sebesar Rp 50,388,719,498, sehingga total penerimaan menjadi sebesar Rp 659,468,921,783.

Secara persentase Bea Cukai Amamapare telah mencapai realisasi sebesar 113.82% dari target yang telah ditentukan, dengan total target penerimaan 579,399,956,546, terdiri dari target Bea masuk sejumlah Rp 96,826,852,882 dan target bea keluar Rp 482,573,103,664.

"Terjadi restitusi karena Hasil putusan keberatan atau banding oleh pengadilan pajak atas permohonan PT. Freeport Indonesia, di mana alasan PT. Freeport Indonesia ajukan keberatan terkait dengan pengenaan Bea masuk atau Bea keluar yang telah ditetapkan oleh Bea Cukai Amamapare," ungkapnya.

Sehingga Made merincikan realisasi penerimaan per 31 Agustus 2020, Bea Masuk  Rp 67,383,593,000, Bea Keluar sebesar Rp 640,111,396,560, kemudian Pabean Lainnya adalah Rp 2,362,651,721.  Sehingga total penerimaan Rp 709,857,641,281, Restitusi sebesar Rp 50,388,719,498. Penerimaan setelah dikurangi restitusi menjadi Rp 659,468,921,783.

"Target penerimaan tahun anggaran 2020  adalah Rp 579,399,956,546 dan penerimaan telah mencapai realisasi sebesar 113.82% dari target penerimaan tahun anggaran 2020 yang telah ditentukan," tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar