Pengurus ATM 2020-2023 Resmi Dilantik, Harus Bekerjasama Membangun Mimika

Bagikan Bagikan
Pelantikan pengurus ATM 2020-2023 (Foto:SAPA/Acik)


SAPA (TIMIKA) – Pengurus Komunitas Anak Timika  Millenial (ATM) periode 2020-2023 resmi dilantik.

Pelantikan pengurus komunitas ATM yang sebenarnya telah dibentuk sejak tanggal 27 Juni 2020 ini mengangkat tema “Mewujudkan Sumber Daya ATM Yang Berkarakter dan Berpola Pikir Positif, Adanya Rasa Aman, Peluang Berusaha dan Merajut Kebhinekaan Dengan Berpedoman Pada Semboyan ATM Perubahan, Pilihan dan Prinsip”.

Dalam laporannya Ketua Dewan ATM, Richardo Logo Magal, ST menjelaskan bahwa ATM dibentuk dengan tujuan untuk menyatukan anak-anak Timika Millenial yang kreatif dalam menyampaikan ide dan gagasan demi membangun anak muda dan masyarakat Mimika. Kehadiran ATM untuk memberikan tempat prioritas kepada anak Indonesia khususnya suku Amungme dan Kamoro serta anak-anak yang lahir dan besar di Timika dengan tidak melupakan kearifan lokal.

Dijelaskan bahwa komunitas ATM ibarat satu kandang besar yang di dalamnya ada singa, harimau, macan, kuda, serigala, buaya, domba dan kancil yang hidup berdampingan dengan tidak saling menggigit.

“Makanya saya mengajak kepada seluruh bro dan sister pengurus yang baru dilantik untuk saling bekerjasama demi membesarkan ATM yang kita cintai,” jelas Richardo saat upacara pelantikan di Gedung Tongkonan jalan Sam Ratulangi, Sabtu (5/9/2020).

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM yang hadir dalam pelantikan tersebut mengingatkan agar anak-anak Amungme dan Kamoro harus diperhatikan, karena banyak di antara mereka yang berbakat dan harus didorong.

Salah satu contoh kreativitasnya yang telah lama digandrungi oleh anak-anak Mimika adalah adanya komunitas Raper, bidang olahraga dan seni budaya melalui sanggar. Dengan demikian, ATM bisa menjadi wadah untuk menghimpun anak-anak tersebut.

“Ini sudah sangat baik untuk jadi wadah bagi generasi muda Mimika,” ujar Wabup Rettob.

Selain itu, ATM harus bermitra dalam membangun Mimika bersama pemerintah. Sebab, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya komunitas kepemudaan seperti ATM dan yang lainnya.

Bentuknya satu organisasi tentunya muncul pro dan kontra, karena ada yang berpikir bahwa organisasi dibentuk untuk kepentingan orang tertentu. Makanya diingatkan agar kecurigaan seperti itu tidak terjadi dalam ATM. ATM harus berpikir positif, peka terhadap situasi dan kondisi serta bisa memberi saran kepada pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa jalan sendiri dan sangat butuh bantuan masyarakat melalui komunitas-komunitas khususnya komunitas kaum muda,” katanya.

Pantauan Salam Papua, usai dilantik, puluhan pengurus ATM ini juga dikukuhkan secara adat suku Amungme dan Kamoro.

Pelantikan juga dihadiri oleh beberapa anggota DPRD Mimika dan beberapa pimpinan OPD lingkup Pemkab Mimika. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar