Penilaian Wabup Johannes Rettob Atas 1 Tahun Kepemimpinan OMTOB di Kabupaten Mimika

Bagikan Bagikan
Bupati Mimika, Eltinus Omaleng (kiri) dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob (kanan) di Hari Pertama Masuk Kantor setelah dilantik Gubernur Papua, Lukas Enembe pada Tahun 2019 (Dok:SAPA)


SAPA (TIMIKA) - Tanggal 6 September tahun 2020 genap satu tahun masa kepemimpinan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng,S.E,MH dengan pasangan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM atau sering disingkat OMTOB.

Pertanyaan mendasar tentunya muncul dari semua kalangan, selama satu tahun masa kepemimpinan OMTOB apa yang telah diperbuat, dan apa yang belum dan akan dikerjakan ke depan?

Wabup John pada Senin (7/9/2020) mengatakan dalam satu tahun masa kepemimpinan ini ada banyak yang telah dilalui, baik itu suka maupun duka. Banyak hal yang telah dilakukan, banyak pula yang belum dilakukan, termasuk banyak hal yang masih harus dievaluasi untuk diperbaiki.

"Ada banyak hal yang harus dievaluasi, dan  seharusnya evaluasi itu dilakukan pada saat satu tahun masa kepemimpinan OMTOB tepat tanggal 6 September, dimana evaluasi untuk melihat apa yang telah kita lakukan, apa yang belum dikerjakan, apa yang menjadi tantangan, dan apa yang menjadi kekuatan kita untuk melangkah ke depan," kata John ketika diwawancarai di salah satu bilangan di Timika.

"Satu tahun  pertama ini kita juga sudah buatkan RPJMD yang menjadi dasar kita untuk bekerja, dan memang kita akui bahwa dalam penyusunan dan penetapan RPJMD terbilang terlambat. RPJMD ditetapkan dan diperdakan seharusnya pada bulan Maret yang lalu, karena sesuai aturan RPJMD sudah harus ditetapkan setelah 6 bulan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, namun karena adanya pandemi covid-19 ini akhirnya itu semua harus diundur," ungkapnya.

Tidak hanya soal RPJMD yang terhambat oleh adanya pandemi covid-19, namun ada beberapa pekerjaan fisik (infrastruktur) lanjutan seperti bandara Mozes Kilangin sisi selatan, dan event-event besar yang harus dilaksanakan di Mimika seperti Pesparawi dan PON juga harus mundur.

Namun kata John, penanganan covid di Mimika, termasuk salah satu penanganan covid yang baik. John berterima kasih kepada seluruh pihak yang bersama-sama telah mengupayakan penanganan covid-19 di Kabupaten Mimika.

Sambung John, dalam RPJMD untuk mewujudkan Mimika yang cerdas, aman, damai dan sejahtera, mantan Kepala Dinas Perhubungan itu mengatakan tentunya pemerintah harus lebih cerdas dalam pemberdayaan, cerdas dalam membuat dan menjalankan regulasi, dan lebih memihak kepada masyarakat.

Untuk mencapai visi dan misi yang tertuang dalam RPJMD hingga 100 persen, tentunya butuh waktu yang lama, setidaknya dalam setahun 20 persen dapat diciptakan, namun John mengatakan dalam setahun kepemimpinan OMTOB belum mencapai 20 persen.

Ia menilai dalam satu tahun awal, kerja Pemerintah Daerah lebih banyak soal sarana dan prasarana, namun masih sangat sedikit berbicara soal pemberdayaan masyarakat. Padahal menurut John, seharusnya pemberdayaan masyarakat yang didahulukan, dan sarana prasarana mengikuti.

Dari berbagai perkembangan ekonomi, baik itu pertanian, perikanan, peternakan, dikatakan sudah mulai terlihat. Tapi dari sisi administrasi dan kepegawaian mengalami kemunduran yang sangat jauh. Reformasi birokrasi tidak dijalankan secara baik, yang mana seharusnya Reformasi birokrasi ini menjadi prioritas dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Untuk melangkah ke depan lebih baik, kata John, dibutuhkan orang-orang berinovasi, jujur dan tidak bekerja untuk mementingkan kepentingan kelompok.

Dirinya tetap berharap, masyarakat tidak menilai  pemerintahan dari satu sisi saja tapi harus dari semua sisi. Ke depan pemerintahan juga perlu membangun hubungan yang baik dengan stakeholder agar tujuan untuk membangun Mimika tidak hanya dilakukan oleh pemerintahan semata namun juga harus ada campur tangan dari semua pihak.

"Di tahun kedua masa kepemimpinan OMTOB, semua koordinasi dan pekerjaan harus lebih baik. Kepada masyarakat kita minta maaf, karena selama satu tahun kepemimpinan kita belum maksimal dijalankan. Mungkin ada masyarakat yang merasa cukup dan ada yang merasa tidak cukup, ada pula yang merasa sudah dilayani dan ada yang merasa belum dilayani sama sekali. Ini akan menjadi bahan evaluasi kita untuk ke depan lebih baik," tegasnya.

Namun begitu, khusus untuk program 100 hari OMTOB bisa selesai 100 persen, yang salah satunya adalah beberapa Distrik di daerah pedalaman sudah bisa dengan mudah mengakses internet. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar