Percepatan Eliminasi Malaria, Dinkes Mimika Gelar Rapat Penyusunan Perda dan RAD

Bagikan Bagikan
Suasana kegiatan rapat penyusunan Perda dan RAD percepatan eliminasi malaria Kabupaten Mimika (Foto:SAPA/Kristin)


SAPA (TIMIKA) - Untuk mempercepat penanganan dalam eliminasi Malaria, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, bersama dengan Unicef menggelar rapat Penyusunan Perda dan RAD Percepatan Eliminasi Malaria Kabupaten Mimika.

Kegiatan dilaksanakan di salah satu hotel di bilangan Yos Sudarso, Rabu (2/9/2020) dan akan berlangsung sampai Jumat (4/9/2020).

"Ini adalah pertemuan awal, nanti kita akan lanjutkan dengan pertemuan dengan teman-teman di biro hukum Sekda Mimika kemudian nanti akan mengundang lintas sektor, lembaga agama, LSM, teman-teman pokja, media serta sektor terkait lainnya," jelas Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra di sela-sela kegiatan, Rabu (2/9/2020).

Reynold menjelaskan rancangan peraturan daerahnya atau peraturan Bupati telah ada sejak tahun 2013 lalu sehingga tahun 2020 ini pihak Dinkes dan Unicef mencoba untuk menginisiasi rancangan daerah yang kemudian jika sudah difinalkan oleh stakeholder, rancangan ini akan didorong ke DPRD untuk bisa ditetapkan.

"Penyusunan rancangan peraturan daerah terkait dengan eliminasi malaria di tahun 2026 nanti harapannya kita sudah bisa masuk pada eliminasi dimana tidak lagi terjadi transmisi lokal malaria di dalam komunitas dan keluarga," ujarnya.

Reynold mengatakan rapat tersebut sangat penting karena yang pertama kata Reynold dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam periode 2020 - 2024  isu malaria menjadi salah satu masalah kesehatan.

Yang kedua malaria harus dituntaskan karena saat ini kata Reynold, kita memiliki empat beban ganda yang menghambat derajat kesehatan masyarakat yakni penyakit yang terabaikan atau dikenal dengan Neglected Disease seperti kusta, kemudian penyakit akibat sektor lingkungan menjadi penyebab yaitu malaria yang nanti juga akan berdampak pada status gizi masyarakat.

"Berikutnya penyakit yang menular dari manusia ke manusia misalnya TBC, HIV, ditambah lagi dengan penyakit tidak menular Hipertensi, Diabetes, dan terakhir adalah Covid 19," katanya.

Reynold mengaku, upaya peningkatan kesehatan masyarakat ini menjadi tantangan terberat untuk tahun 2020-2024.

"Tapi kami yakin dengan adanya regulasi yang ditetapkan oleh Pemda, kemudian bisa diimplementasikan secara terintegrasi dan berkelanjutan oleh OPD terkait masyarakat maupun teman-teman media sendiri. Saya pikir tahap demi tahap proses eliminasi, pra eliminasi bisa tercapai," ujarnya.

Dikatakan, cita-cita besar dalam tahun 2026 atau dalam kurun waktu enam tahun ke depan, bisa mencapai eliminasi malaria. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar