Petugas Gabungan di Mimika Mulai Lakukan Pengawasan Pembatasan Aktivitas Masyarakat

Bagikan Bagikan
Apel Gabungan Petugas Sebelum Turun ke Jalan Mengawasi Aktivitas Masyarakat (Foto:SAPA/Jefri Manehat)


SAPA (TIMIKA) - Sebanyak 280 petugas Gabungan yang terdiri dari Polres Mimika, TNI, Dispol-PP, Dinas Perhubungan, dan BPBD malam ini, Senin (28/9/2020), mulai turun ke jalan melakukan operasi pembatasan aktivitas masyarakat Mimika.

Dimana sesuai hasil kesepakatan bersama Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Forkopimda Mimika nomor 443.1/1233 tentang pencegahan, pengendalian dan penanggulangan Covid-19 perpanjangan new normal di Kabupaten Mimika, aktivitas masyarakat dibatasi mulai pukul 06:00 WIT hingga pukul 21:00 WIT atau jam 9 malam, selebihnya masyarakat dilarang untuk beraktivitas.

Kabagops Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan menjelaskan, petugas gabungan menjaga pada beberapa titik yang telah ditentukan untuk mempersempit ruang aktivitas masyarakat agar tidak beraktivitas di malam hari pada jam yang telah dibatasi.

Ia katakan pada pembatasan malam pertama, masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (tidak pakai masker) petugas masih dalam sebatas memberikan teguran atau peringatan, termasuk tempat usaha dan juga tempat hiburan malam (THM).

"Peringatan itu hanya berlaku pada hari pertama namun tidak pada hari kedua dan seterusnya. Di sana kita akan berikan sanksi sosial kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, sedangkan kepada pemilik usaha kita akan berikan peringatan pertama hingga peringatan ketiga, ketika peringatan itu tidak dihiraukan, dan sesuai peraturan, izin usahanya akan dicabut," ujar Dion.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat, Dinas PolPP Mimika, Ricard menambahkan, selain melakukan pembatasan di jalan, petugas juga akan melakukan pengawasan terhadap tempat hiburan malam (THM) untuk tidak beraktivitas pada jam yang dilarang oleh pemerintah.

"Malam pertama hanya sebatas teguran, karena mungkin sebagian masyarakat tidak mengetahui adanya pembatasan ini, selanjutnya petugas akan mulai menerapkan sanksi tersebut, dan bagi masyarakat yang melanggar kita akan berikan sanksi sosial  dengan mengenakan rompi orange dan berdiri selama 60 menit," ungkap Ricard ketika ditanya wartawan.

Ia mengatakan, dalam pembatasan aktivitas masyarakat ini, tidak ada tindakan yang arogan, petugas tetap melakukan pendekatan secara humanis, sehingga apa yang dilakukan tidak menimbulkan permasalahan baru.

Dari pantauan Salam Papua, meskipun diguyur hujan deras, petugas gabungan tetap melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat di jalanan untuk memberikan peringatan dan pemahaman kepada masyarakat. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar