Polisi Berhasil Tangkap dan Hadiahi Timah Panas Tiga DPO Pelaku Sindikat Pencurian di Timika

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika bersama rekan-rekan Kepolisian saat menunjukan barang bukti (Foto:SAPA/Kristin)

SAPA (TIMIKA) - Polres Mimika akhirnya berhasil menangkap dan menghadiahi timah panas di kaki kepada tiga pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang sebelumnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Ketiga orang tersebut berinisial AT (32) , Z (24) dan R (37) pada Rabu malam (16/9/2020).

Tiga Pelaku yang diamankan di Polres Mimika (Foto:SAPA/Kristin)

Penangkapan dilakukan di SP 2 Jalur 3 Gang Mangga. Dimana pelaku-pelaku tersebut terpaksa ditembak karena hendak berusaha kabur dari pengejaran.

"Pada saat penangkapan, kita masuk ke rumah, dia hendak kabur bersama dan terpaksa kita lumpuhkan sehingga pelaku tidak kabur terlalu jauh. Kita harus melakukan tindakan tegas karena untuk mencegah yang bersangkutan untuk kembali. Ada tiga orang yang kita lumpuhkan," jelas Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, Rabu (16/9/2020) saat memberikan keterangan pers.

Ia mengatakan Polres Mimika mengamankan pelaku sindikat pencurian yang memang akhir-akhir ini marak terjadi di Mimika.

Penangkapan tersangka tersebut dilakukan oleh gabungan dari Satreskrim Polres Mimika dan Polsek unit Serse Mimika Baru.

"Telah berhasil menangkap tiga orang yang merupakan residivis, penjahat curas antar pulau yang mana dua orang yang diamankan sebelumnya pernah diamankan Polrestabes Samarinda dengan kasus yang sama, yang setelah ditahan dan dibebaskan karena remisi terkait dengan Covid," kata Kapolres.

Salah satu tersangka saat diamankan Polisi (Foto:SAPA/Kristin)

Pada tanggal 17 Agustus ungkap Kapolres, AT dan Z berangkat ke Timika, Z saat itu bersama dengan istrinya berinisial D yang sempat menjadi DPO namun setelah diamankan dirinya masih diperiksa sebagai saksi, Z dan D juga membawa anaknya yang masih berusia sekitar 3 tahun.

Setelah tiba di Timika, mereka lalu tinggal di rumah R yang sebelumnya sudah berkomunikasi melalui messenger FB. Kemudian usai tiba di Timika, langsung melakukan aksi.

Kasus-kasus yang terkait sindikat tersebut adalah pencurian yang terjadi di KM 5 yang pada saat korban berada di sebuah Bank lalu diikuti sampai depan rumah lalu tasnya diambil. Isi di dalam tas tersebut ada HP dan uang berjumlah Rp 6 juta.

"Ini modusnya menggunakan paku payung. Jadi paku payung dilancipi dan ditempelkan di kendaraan pelaku lalu kendaraan tersebut diikuti," ungkap Kapolres.

Kasus berikutnya adalah pencurian di kantor FIF pada Minggu (30/8/2020), dimana pelaku mencuri tiga laptop, satu proyektor dan satu kamera CCTV. Modus yang digunakan adalah dengan cara mencongkel pintu menggunakan besi.

Adapun barang bukti yang diamankan untuk kasus FIF adalah satu Laptop dan proyektor kemudian sisanya akan diamankan besok.

Kasus lainnya adalah pencurian di Kantor Pos ranting Timika yang beralamat di Jalan Budi Utomo, Kamis (3/9/2020) lalu. Dimana pelaku membuka brankas yang isi di dalamnya adalah materai.

"Jadi membuka gembok. Gembok yang dirusaki tidak terlihat. Jadi dia pelajari dari youtube dan kita berhasil amankan materai yang didapat di rumahnya milik R bersamaan dengan penangkapan," ujarnya.

Kemudian pencurian terhadap nasabah bank sebanyak Rp 300 juta pada Kamis (10/9/2020). Modusnya adalah beberapa hari sebelumnya melakukan pemetaan dan menyewa mobil pajero sport.

"Beberapa hari kemudian saat nasabah lengah dan hendak masuk ke rumah lalu membuka pagar namun tidak mengunci pintu mobil, akhirnya pelaku langsung membawa kabur uang tersebut," serunya.

Kapolres menjelaskan AT bersama Z adalah dua orang residivis yang berangkat dari Makassar menuju ke Timika yang sebelumnya terlibat kasus di Samarinda.

"Rencana selanjutnya sebelum kita amankan, yang bersangkutan sudah beli tiket untuk lari ke Manado namun kita sudah amankan terlebih dahulu," jelasnya.

Untuk peran pembantu yang ada di timika yaitu R (37) tugasnya adalah melakukan pemetaan. Kemudian usai pengembangan masih terdapat satu DPO berinisial SA.

"Dari hasil pengungkapan kasus ini kita masih kembangkan karena yang bersangkutan adalah residivis, jadi tidak semuanya apa yang dia katakan dapat kita percaya, mungkin masih ada kasus-kasus lain keterlibatan yang bersangkutan karena mereka yang mengaku di kita ada bukti," ungkapnya.

Polisi kini menyita satu unit mobil Pajero, satu motor Scopy, dan satu unit Honda Supra hasil pembelian dari uang curian dan beberapa ATM milik dari istri masing-masing.

Kemudian, setelah mencuri uang Rp. 300 juta pelaku mengaku yang Rp 100 juta diambil oleh kelompok lain yang sama-sama mengincar target tersebut.

Namun menurut Kapolres pihaknya masih perdalam alibi-alibi apa yang pelaku sampaikan, apakah itu benar atau tidak?

Adapun sisa dari Rp 300 juta tersebut dibagi-bagi, ZA sebanyak 55 juta, AT sebanyak 55 juta, R sebanyak 45 juta dan SA yang masih DPO sebanyak 45 juta.

"Keahlian mereka, setelah bagi uang, mereka langsung masukan di rekening istri dan keluarganya. Tidak masukan ke rekening mereka, itu lah memang residivis yang sudah terbiasa dan sebagian mereka belanjakan pakaian, dan kita sita uang tunai Rp 3.561.000," tutupnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik co sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik co paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus