Polres Mimika Tetap Gencar Berantas Tempat-Tempat Produksi Miras Lokal

Bagikan Bagikan
Suasana jumpa pers di Kantor Pelayanan Polres Mimika. (Foto:SAPA/Kristin)


SAPA (TIMIKA) – Pihak Polres Mimika gencar untuk memberantas produksi Minuman Keras Lokal (Milo) yang dilakukan di sejumlah lokasi yang ada di Mimika. Namun dalam proses penggrebekan pabrik Milo yang terletak di tengah hutan Mimika tersebut, Polisi terkendala dengan pengungkapan tersangka.

Hal ini disampaikan Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata dalam jumpa pers yang dilaksanakan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Rabu (2/9/2020).

“Dalam hal melakukan pengejaran terhadap pabrik yang lokasinya di tengah hutan kebanyakan kita terkendala menangkap pelakunya, karena rata-rata jika mendengar suara speed, suara langkah kita sudah tercium duluan. Namun kita masih berusaha untuk mengungkap jaringan pabrik Milo. Apapun yang kita lakukan adalah usaha untuk membuat kota Timika ini lebih aman,” kata Kapolres.

Namun usaha-usaha yang dilakukan untuk memberantas peredaran Milo di Mimika terus dilaksanakan, terbukti dalam bulan Agustus 2020 kepolisian Mimika telah mengamankan tiga orang tersangka berinisial ME, AV dan DIGT atas tindak pidana memperdagangkan Milo.

Adapun barang bukti yang diamankan ada tiga TKP. Yang pertama adalah di jalan Papua I belakang SMAN 1, kepolisian mengamankan ME pada Selasa (11/8/2020) sekitar puku 22.00 WIT dengan barang bukti sebanyak 3 Kantong plastik berisikan minuman beralkohol jenis sopi sebanyak 15 liter, kemudian enam Kantong plastik berisikan minuman beralkohol jenis sopi sebanyak 3,6 liter.

“Sehingga total sebanyak sembilan kantong plastik berisikan minuman beralkohol jenis sopi sebanyak 18,6 liter,” kata Kapolres.

Kemudian untuk TKP ke 2 di Jalan Cenderawasih tepatnya di Pasar SP 2 tersangka yang diamankan yakni AV pada 15 Agustus 2020 dengan barang bukti tiga buah ember besar berisikan minuman beralkohol jenis Tuak sebanyak 100 lliter.

TKP yang ketiga adalah di SP 1 dimana tersangka yang diamankan adalah DIGT pada 20 Agustus 2020 sekitar pukul 15.30 WIT. Barang bukti yang diamankan adalah satu Buah ember besar berisikan minuman beralkohol jenis Tuak sebanyak delapan Iliter.

“Kita amankan semua supaya tidak mengulangi lagi. Saya sudah atensi kepada Kapolsek diharapkan bagaimana ditingkatkan kembali dalam hal pengembangan langkah-langkah lebih lanjut supaya betul-betul kejahatan pembuatan minum oplosan bisa langsung ke orangnya,” serunya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar