Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Penuh, RSUD Mimika Batasi Pasien Non Covid

Bagikan Bagikan
RSUD Mimika (Dok:SAPA)


SAPA (TIMIKA) - Penyebaran covid-19 di Kabupaten Mimika terus meningkat, hal ini berdampak pada fasilitas-fasilitas kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika dipenuhi pasien covid-19.

Situasi ini berdampak pada pelayanan di RSUD Mimika harus dibatasi. Wakil Bupati, Johannes Rettob,S.Sos,MM mengatakan, ini untuk menjaga pasien biasa atau non covid-19 agar tidak begitu terkontaminasi dengan pasien covid-19 yang saat ini dirawat di RSUD.

“Kita menjaga jangan sampai ada orang yang sebetulnya ke sana bukan karena covid-19, tapi  saat ke sana dia juga ikut kena,” kata Wabup John.

John mengungkapkan bahwa saat ini Shelter yang digunakan untuk mengisolasi pasien baik itu yang PDP maupun ODP tidak lagi digunakan. Sebenarnya itu masih bisa digunakan namun hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi, dan Pemerintah segera berkoordinasi dengan PTFI untuk bisa membantu permasalahan ini.

Sambung John, sebagian besar pasien saat ini melakukan isolasi mandiri, dan tim tidak bisa memastikan secara baik apakah pasien tersebut melakukan isolasi secara baik atau tidak,  sehingga dirinya berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, karena di Timika ini kluster-kluster baru covid-19 mulai ditemukan, termasuk Kluster kantor, kluster keluarga dan Kluster BUMN.

Dikatakan, angka reproduksi kasus di Kabupaten Mimika saat ini di atas 1,8, sementara angka reproduksi khusus di Kota Timika di atas 2,6 dan saat ini berbanding terbalik dengan kasus di wilayah Tembagapura.

“Kasus yang terus meningkat ini sangat berbahaya bagi kita semua. Tanggal 19 September kita evaluasi ulang, sehingga kesehatan tetap menjadi prioritas dan ekonomi juga tetap berjalan. Agar kedua hal ini bisa berjalan, saya selalu sampaikan kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak yang dikuatkan dengan regulasinya,” ujarnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar