Sempat Diamankan, Polisi Bebaskan 8 Orang yang Hendak Demo Tolak Otsus Jilid II di Timika

Bagikan Bagikan
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto (Foto:SAPA/Kristin)


SAPA (TIMIKA) - Tidak ditemukan unsur pidana, Polres Mimika membebaskan delapan orang yang hendak melakukan demo Tolak Otsus Jilid II dan sempat diamankan pada Rabu (23/9/2020) kemarin.

Delapan orang tersebut adalah Ardi Murib selaku Korlap, P.Yoka Yeimo sebagai Wakil Korlap, dan tiga anggotanya yakni Melvin Yogi, Penehan Wanipa dan Dolice Yauwau.

Sedangkan, tiga orang lainnya yakni Demianus Magai, Yosua Nawipa, dan Deberius Selegami tidak terlibat dalam rencana aksi.

"Hari ini kami Polres Mimika akan mengklarifikasi terkait 8 orang yang diamankan. Hasil interogasi atau hasil keterangan terhadap 8 orang ini bahwa dari 8 ini ada lima yang memang rencana akan membuat aksi unjuk rasa," jelas Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (24/9/2020).

Ia menjelaskan lima orang yang ada hubungan dengan rencana aksi tersebut diamankan di Kelurahan Perintis. Dan mereka mengakui bahwa mereka memang benar mau melakukan aksi demo penolakan Otsus jilid II.

"Ditemukan selebaran yang berisikan dengan judul penolakan Otsus jilid II. Di situ tertera juga ada Korlap dan Wakil Korlap," katanya.

Kemudian untuk tiga orang lainnya diamankan di Kantor Perpustakaan Daerah (Timika Indah) mengaku bahwa mereka tidak mengenal lima orang lainnya.

"Namun tetap kita amankan, kita mintai keterangan bahwa mereka yang di perpustakaan ini hanya duduk-duduk saja dan barang bukti tidak ada. Saat itu salah satu dari dua orang ini membuang HP, setelah kita cek tidak ada unsur-unsur menyangkut aksi demo ini," ungkapnya.

Usai delapan orang tersebut diperiksa, tidak ditemukan adanya unsur pidana. Sehingga kemarin, semuanya langsung dibebaskan sekitar pukul 17.00 WIT.

"Belum ada unsur tindak pidana sehingga tidak sampai satu kali 24 jam kita langsung bebaskan," jelasnya.

Mengenai pendapat yang mengatakan bahwa pihak keamanan melumpuhkan demokrasi, Kasat Reskrim menegaskan bahwa saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga seluruh kegiatan yang mengumpulkan massa tidak diperbolehkan.

" Memang mereka ada minta ijin pada bagian intel, tapi kita tidak ijinkan, karena pandemi. Kan mereka baru rencana kegiatan, mungkin niat mereka di Timika Indah itu ingin kumpulkan massa sebanyak mungkin namun belum sempat tercapai, sudah kita amankan," tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar