Semua Pedagang Direlokasi Kembali ke Pasar Sentral, Pemkab Mimika Jamin Tarif Ojek Turun

Bagikan Bagikan
Pasar Sentral yang Menjadi Pusat Pasar di Timika (Foto:SAPA/Jefri Manehat)


SAPA (TIMIKA) -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menargetkan dalam tahun ini (2020) akan menyelesaikan permasalahan dan menata pasar di Timika dengan lebih baik.

Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Michael Gomarani mengatakan ini selain untuk menata pasar yang lebih rapi juga untuk menjawab pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) se-Tanah Papua dan juga Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XX tahun 2021 mendatang yang akan dilaksanakan di Kabupaten Mimika.

Untuk menata pasar yang lebih baik tersebut, Disperindag membentuk tim gabungan yang terdiri dari, Disperindag, Dinas Satpol-PP, TNI, Polri, Kejakasaan, Pengadilan dan DPRD Kabupaten Mimika serta OPD teknis terkait. Michael mengatakan, terbentuknya tim gabungan ini dalam rangka penataan dan penertiban pasar sentral, pasar rakyat dan juga pedagang kaki lima yang ada di seputaran kota Timika, yang mana sesuai dengan petunjuk pimpinan dalam hal ini Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang tertuang di dalam surat keputasan (SK) Bupati Mimika nomor 397 tahun 2020.

Langkah- langkah yang akan diambil adalah melakukan identifikasi masalah, kendala-kendala yang dialami oleh para pedagang yang ada di pasar lama, pasar gorong- gorong, juga memberikan sosialisasi kepada para pedagang.

Disampaikan, tim gabungan tentunya akan mencari solusi yang terbaik bagi para pedagang, dan Ia berharap para pedagang yang nanti diberikan pemahanan melalui sosialisasi, dengan kesadaran sendiri  untuk berjualan di pasar sentral yang telah disediakan oleh Pemkab Mimika.

 “Sosialisasi kita akan laksanakan pada hari Selasa tanggal 8 September 2020 mendatang, untuk dua lokasi yakni pasar lama dan pasar gorong-gorong. Dalam sosialisasi ini, kami akan mendengarkan secara langsung masukan dan saran dari para pedagang, kita juga memberikan masukan dan pengertian agar para pedagang dengan kesadaran mereka sendiri untuk segera bergeser ke pasar yang telah disediakan oleh Pemkab Mimika di pasar Sentral,” kata Michael.

Sarana prasarana pasar sentral untuk menampung pedagang yang akan direlokasikan ke pasar sentral sudah sangat siap, dan bahkan bagi para pedagang ikan, Pemkab telah menyediakan meja-meja, termasuk sarana prasarana untuk pedagang lainnya.

Bagi pedagang yang tidak mengikuti aturan, tim akan lebih menekankan para pendekatan secara persuasif dan humanis agar para pedagang dengan kesadaran sendiri untuk berjualan di pasar sentral. Ketika dua lokasi pasar tersebut sudah tidak ada lagi aktivitas di sana, tim akan membangun posko untuk mengawasi agar tidak ada lagi pedagang yang kembali berjualan di sana.

Sementara itu, para pemilik toko atau kios yang berada di sekitar jalan Bhayangkara dan Bogenville diharapkan agar tidak memanfaatkan momen ini untuk kembali menarik para pedagang yang lain untuk tetap bertahan dan melakukan aktivitas di sana. Michael menekankan bahwa tim gabungan juga akan menertibkan itu, karena banyak bangunan di area pasar lama itu tidak lagi sesuai dengan izin usaha saat mendirikan bangunan.

“Kita lihat banyak sekali para pemilik toko yang di dalamnya menjual pakaian, alat dapur namun di depan tokoh, mereka menjual juga sayur mayur dan tentunya kita akan tertibkan. Jangan sampai nanti timbul kecemburuan sosial dan pedagang yang lain tidak lagi mengikuti apa yang menjadi harapan Pemerintah untuk menata pasar di Timika yang lebih baik,” ujarnya. 

Jumlah pedagang dari gorong- gorong yang akan direlokasi ke pasar sentral kurang lebih 200 pedagang, sedangkan dari pasar lama kurang lebih 300 hingga 400 pedagang. Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung itu mengatakan pemerintah telah berupaya agar para pedagang tidak hanya dipindahkan ke pasar sentral, namun juga mengupayakan biaya transportasi yang lebih murah sehingga tidak menyulitkan para pedagang yang tempat tinggalnya jauh dari pasar.

“Karena salah satu yang sampai saat ini para pedagang masih bertahan di pasar lama dan pasar gorong- gorong adalah soal biaya transportasi yang mahal, dan ini akan menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan untuk menentukan tarif ojek yang lebih murah,” kata Michael.

Penataan pasar ini kata Michael, akan diselesaikan dalam tahun ini, dengan waktu yang tersisa 4 bulan ini tim gabungan akan mengupayakan pasar sentral di Timika sudah ditata dengan baik dan pedagang yang berada di pasar lama dan pasar gorong- gorong sudah ditertibkan.

“Tidak hanya para pedagang yang berada di area pasar lama dan gorong- gorong yang akan ditertibkan, melainkan para pedagang kaki lima yang berada di pinggiran jalan juga kita akan tertibkan. Kita juga telah menyediakan tempat bagi mereka pedagang kaki lima seperti penjual noken, penjual buah, penjahit sepatu dan lain- lain,” terangnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar