Situasi Tembagapura Sudah Normal Kembali, Karyawan PTFI Akan Diberikan Insentif Maksimum Rp 15 Juta

Bagikan Bagikan
Saat Kapolres Mimika dan rombongan di Lokasi Pemalangan PTFI (Foto:Istimewa)


SAPA (TIMIKA) - Pasca pemalangan yang terjadi Rabu (2/9/2020) tadi malam, kini situasi dan kondisi di Tembagapura sudah kembali kondusif, dan palang telah dibuka kembali pada Kamis (3/9/2020) sekitar pukul 03.00 WIT dini hari tadi.

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, S. Sos mengatakan dalam aksi tersebut, Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata sekitar pukul 21.00 WIT tadi malam, langsung menuju ke Tembagapura.

 "Syukur alhamdullilah, hasil koordinasi  berjalan dengan baik, setelah dikomunikasi dengan baik rekan-rekan karyawan juga mengerti akhirnya membuka palang itu. Kapolres juga di Tembagapura mengawasi kegiatan di sana dan situasi Kamtibmas kondusif serta semua kegiatan berjalan seperti biasa," kata Waka Polres, Kamis (3/9/2020).

Manager External Corpcom PTFI Kerry Yarangga kepada Salam Papua mengatakan pihak manajemen PT.Freeport Indonesia telah mengeluarkan Interoffice Memorandum (IMO) terkait pembayaran insentif Covid-19.

"Iya sudah ada IMO resmi," ujarnya saat di hubungi Salam Papua, Kamis (3/9/2020).

Adapun isi IMO tersebut adalah Langkah-langkah mitigasi COVID-19 yang diambil selama periode Maret hingga Juli telah memungkinkan PTFI melindungi pekerja, komunitas dan asset perusahaan.

Sementara banyak perusahaan tambang di seluruh dunia beroperasi secara terbatas atau benar-benar berhenti beroperasi, PTFI terus beroperasi dengan aman dan dapat membayarkan bonus bulanan tertinggi dalam 2 tahun terakhir selama periode COVID-19 ini.

Manajemen juga berkomitmen untuk menunjukkan apresiasi atas pengorbanan, kerja keras dan komitmen karyawan bagi keberhasilan perusahaan terlepas dari semua tantangan yang dihadapi selama pandemi COVID-19.

Manajemen ingin memberikan penghargaan kepada karyawan dataran tinggi dan kru Skeleton Portsite yang telah bekerja dari tanggal 26 Maret dan tidak mendapatkan akses untuk melakukan penjalanan hingga 28 Agustus.

Manajemen juga akan memberikan penghargaan satu kali kepada karyawan dataran rendah lainnya yang terkena dampak atas pandemi Covid-19 2020.

Penghargaan ini akan diberikan kepada karyawan Pratama hingga Level 3 karyawan yang berlokasi kerja di dataran tinggi, portsite (kru skeleton) dan dataran rendah.

Pembayaran dataran tinggi adalah pembayaran untuk karyawan dataran tinggi diberikan dengan nilai sebesar 750.000 rupiah sebelum dipotong pajak untuk setiap 2 atau 3 hari periode off (SDO) mulai dari tanggal 26 Maret sampai dengan 28 Agustus. Dari tanggal 28 Agustus sampai setelahnya pembayaran senilai 750.000 rupiah sudah ditetapkan.

Bagi pekerja shift, insentif ini akan diberikan di setiap siklus shift day off (SDO). Bagi mereka yang tidak bekerja shift insentif akan diberikan di setiap akhir minggu dimana karyawan memilih untuk tetap berada di dataran tinggi.

Pembayaran penghargaan karyawan dataran tinggi diberikan dengan maksimum pembayaran sebesar 15.000.000 rupiah sebelum pajak.

Pembayaran Portsite adalah Karyawan portsite termasuk karyawan yang diminta untuk berpartisipasi dalam kru skeleton 6 minggu shift dan tidak dapat melakukan perjalanan pulang ke Timika seperti biasa. Kru skeleton portsite akan menerima 5 x 750.000 rupiah sebelum pajak untuk setiap 6 minggu bekerja.

Sama halnya dengan dataran tinggi, pembayaran penghargaan karyawan skeleton portsite diberikan dengan maksimum pembayaran sebesar 15.000.000 rupiah sebelum pajak.

Pembayaran Dataran Rendah adalah Semua karyawan Pratama hingga level 3 area Lowland yang bekerja dalam periode ini akan menerima penghargaaan sebesar 3.000.000 Rupiah sebelum pajak. Pembayaran ini akan dilakukan dalam waktu dekat dan dapat diterima pada tanggal 9 September. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar