Stafsus Menhub Monitor Multi Moda Transportasi di Mimika

Bagikan Bagikan
Foto Bersama Rombongan Staf khusus Menteri Perhubungan (Menhub) Bidang Hubungan Antar Lembaga Mayjen TNI (Marsekal) Buyung Lalana dengan Pemkab Mimika (Foto:SAPA/Jefri Manehat)


SAPA (TIMIKA) – Demi memastikan layanan kepada masyarakat yang berada di pegunungan dan daerah-daerah terisolir seperti di daerah Terpencil, Terluar, Tertinggal dan Perbatasan (3TP),  Staf khusus Menteri Perhubungan (Menhub) Bidang Hubungan Antar Lembaga Mayjen TNI (Marsekal) Buyung Lalana memonitor kegiatan Logistik dengan Multi Moda Transportasi melalui Angkutan Laut dan Udara serta Darat di Kabupaten Mimika, Senin (7/9/2020).

Stafsus Menhub, Buyung mengatakan, ini sesuai arahan pimpinan untuk memonitor tol laut dan perintis, di beberapa daerah, termasuk di Kabupaten Mimika.

"Untuk Kabupaten Mimika sendiri kita sudah dapat masukan dari Pemkab Mimika, dan masukan inilah yang akan kita sampaikan kepada pimpinan untuk melihat apa yang akan dibantu oleh Kemenhub," ujarnya ketika ditanya wartawan.

Buyung melihat peran Pemkab Mimika untuk pembangunan Bandara Mozes Kilangin, sangat kuat sekali, sedangkan untuk pelaksanaan tol laut belum maksimal, sehingga ia berharap ada peran serta semua stakeholder yang ada. Di sisi lain, Kemenhub juga akan segera kucurkan dana bantuan untuk memperbaiki pelabuhan Poumako.

"Tahun kemarin anggaran untuk memperbaiki pelabuhan Poumako sudah ada, akan tetapi ada beberapa permasalahan lahan yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Tahun depan kita akan memulai lagi, karena sekarang sudah ada titik terangnya," ungkapnya.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang menerima kedatangan rombongan Kemenhub tersebut kepada wartawan mengatakan, Pemkab Mimika menjamin permasalahannya sehingga Kemenhub dapat membangun pelabuhan Poumako.

"Pemkab Mimika sudah menjamin, dan kita meminta kepada Kementerian untuk mulai membangun karena permasalahan lahan itu menjadi tanggungjawab Kabupaten Mimika," kata Wabup John.

Wabup John mengaku, dana untuk pembangunan pelabuhan Poumako sebenarnya sudah digelontorkan oleh Kementerian Perhubungan sejak tahun 2016, namun selalu dikembalikan lantaran permasalahan lahan.

"Tahun ini pembangunan sebatas perbaikan Dermaga, berikutnya adalah terminal penumpang, kantor UPP, dan pemisahan antara pelabuhan penumpang dan pelabuhan kontainer, dan tentunya ini harus dibangun secara bertahap," ungkapnya.

Sementara itu untuk perhubungan udara, mantan Kepala Dinas Perhubungan itu mengatakan koordinasi sudah cukup baik dan tidak terlalu banyak persoalan.  Sedangkan untuk Tol laut, pemerintah mengupayakan agar penumpang Timika-Surabaya bisa gunakan kapal laut. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar