Tetap Bayar Pajak Di Masa Covid-19, Bapenda Mimika Keliling Door To Door

Bagikan Bagikan


SAPA (TIMIKA) – Sebagai solusi agar masyarakat Mimika tetap membayar pajak selama pandemi covid-19, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika luncurkan program pelayanan Bapenda Keliling untuk langsung mendatangi rumah  masyarakat (Door to Door) yang merupakan wajib pajak.

Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah pada Selasa (29/9/2020) menjelaskan Bapenda keliling itu untuk membantu memudahkan masyarakat dalam membayar pajak selama pandemi, juga untuk menghindari adanya kerumunan serta menghindari penyebaran covid-19.

“Dengan Bapenda Keliling, masyarakat tidak perlu lagi datang ke Kantor Bapenda  tetapi Bapenda yang akan mengunjungi masyarakat,” kata Dwi.

Dwi mengaku, beberapa kegiatan Bapenda di tengah pandemi covid tidak bisa dilaksanakan, dan tentu ini sangat  berpengaruh pada pendapatan daerah, sehingga Bapenda keliling merupakan alternatif untuk pajak daerah tetap dibayar oleh masyarakat, karena dengan adanya pandemi ini menjadi alasan bagi sebagian masyarakat untuk tidak membayar pajak.

“Karena pandemi ini semakin meningkat dan ada beberapa kegiatan kami (Bapenda, Red) yang sifatnya langsung turun ke masyarakat seperti Pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2), pajak hotel, pajak restaurant, pajak hiburan, pajak air tanah. Sudah ada mobil pelayanan, dinas akan mendatangi langsung ke tempat, dan dinas akan menggandeng Bank Papua untuk melakukan door to door,” ujarnya.

Dwi menilai kesadaran masyarakat akan wajib pajak masih rendah sekali, sehingga ia berharap masyarakat selaku wajib pajak harus mempunyai kesadaran tersendiri untuk membayar pajak.

Secara teknis, Kepala Bidang (Kabid) Perpajakan, Joel Luhutani, mengatakan program ini akan dimulai pada tanggal 1 Oktober, dengan rincian kegiatan pada tanggal 1-5 Oktober Bappeda keliling akan mengunjungi Distrik Wania, 6-10 Oktober di Distrik Mimika Baru, 11-15 di luar daerah perkotaan.

Dijelaskan, tujuan dari adanya Bapenda keliling tersebut untuk memberikan layanan prima meskipun dalam kondisi pandemi. Menurut Joel, apabila pembayaran pajak dilakukan pada satu titik akan terjadi penumpukan dan hal tersebut menyalahi protokol kesehatan. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar