Tim Olah TKP Polda Papua Di Hipadipa Ditembaki Kelompok Kriminal Bersenjata

Bagikan Bagikan

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, mengakui tim olah TKP di Hipadipa, Kabupaten Intan Jaya, sempat ditembaki kelompok bersenjata.

 

Akibatnya sempat terjadi kontak tembak namun tim yang didampingi Wakil Kepala Polda Papua, Brigadir Jenderal Polisi Mathius Fakhiri, dan Komandan Korem 173/PVB, Brigadir Jenderal TNI Iwan Setiawan, telah melakukan olah TKP dan kembali ke Sugapa."Memang rombongan sempat ditembaki sehingga terjadi kontak tembak, namun tidak ada korban jiwa dari TNI-Polri," kata Waterpauw kepada ANTARA di Jayapura, Jumat.

 

Polisi akan berupaya mengungkap kasus itu, walaupun mengalami hambatan saat menyelidiki hal itu karena wilayah Hipadipa saat ini "dikuasai" kelompok bersenjata, sementara untuk mencapai kawasan itu harus ditempuh sekitar sembilan jam perjalanan lewat darat.

 

Ketika ditanya tentang tudingan terhadap TNI terkait kematian Zanambani, Waterpauw mengatakan hal itu biasa dilakukan kelompok-kelompok itu seperti halnya saat kasus penembakan WNA berkebangsaan Selandia Baru di Kuala Kencana. Pada kasus itu, kejahatan itu ternyata dilakukan kelompok bersenjata yang dipimpin Sebinus Waker, yang menggantikan Ayub Waker yang telah tewas.

 

Waterpauw menyatakan, pada kasus itu polisi berhasil mengungkap kasus itu dan membuktikan bila penembakan terhadap karyawan PT Freeport memang dilakukan Waker dan gerombolannya dan bukan TNI atau Polri.Terkait kekuatan kelompok bersenjata yang diperkirakan enam kelompok yang dipimpin Waker itu, diperkirakan berjumlah sekitar 50 orang dengan jumlah senjata sebanyak 17 yang merupakan hasil rampasan dari TNI-Polri.

 

Kekuatan polisi masih cukup di Intan Jaya

Wakil Kepala Polda Papua, Brigadir Jenderal Polisi Matius D Fakhiri, menegaskan kekuatan polisi di Kabupaten Intan Jaya saat ini cukup memadai sehingga tidak ada rencana untuk penambahan pasukan ke wilayah itu.

 

"Polri tidak ada penambahan pasukan ke sana karena kami merasa kekuatan yang ada cukup dan masih mampu untuk melayani masyarakat," kata Fakhiri, di Timika, Jumat.

 

Pada Kamis (24/9), dia bersama rombongan ditugaskan Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, untuk mengunjungi polisi yang kini bertugas di Kabupaten Intan Jaya.

 

"Saya ke sana untuk mengecek anggota-anggota saya, apakah mereka sehat-sehat atau tidak mengingat situasi di Intan Jaya sekarang ini hampir setiap hari ada penembakan terus. Alhamdulilah mereka semua sehat dan masih tetap semangat untuk melayani masyarakat di Intan Jaya," katanya.

 

Fakhiri menyatakan, mereka tetap akan mengupayakan melakukan olah tempat kejadian perkara penembakan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani dari Gereja Kemah Injil Indonesia yang tewas pada Sabtu (19/9) di Hitadipa, Intan Jaya.

 

"Kepala Polres Intan Jaya sudah diperintahkan Bapak Kapolda untuk melakukan tugas itu bersama-sama dengan tim dari Polda," ujarnya. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88 titik co sarana slot Game online yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88 titik co paling best ya guys...Slot games

    BalasHapus