Timika Marak Penipuan Online, Masyarakat Diminta Hati-Hati dan Jangan Mudah Percaya

Bagikan Bagikan
Ilustrasi


SAPA (TIMIKA) - Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP. Hermanto menjelaskan saat ini di Timika marak penipuan secara online, sehingga masyarakat Mimika diminta untuk lebih hati-hati dan jangan mudah percaya.

Hal ini dikarenakan pihak Polres Mimika dalam beberapa bulan terakhir ini, banyak menerima laporan penipuan online.

"Selama saya di sini, laporan sudah lebih dari lima dan secara keseluruhan kalau dihitung-hitung kerugian sudah lebih dari 50 juta," kata Kasat Reskrim saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2020).

Ia menjelaskan bahkan tadi malam, ada yang melaporkan kasus penipuan online berupa jual-beli motor. Korban yang ingin membeli motor melihat ada yang memposting jual motor. Yang menjual motor ini orang yang memang benar-benar ingin menjual motornya bermerk Honda Beat dan warga Mimika, namun akhirnya dimanfaatkan oleh oknum penipu.

"Penipu itu menghubungi korban dan bertanya apakah mau membeli motor, si korban bilang benar, kemudian ditanya surat-suratnya apakah lengkap, penipu akhirnya mengirim foto-foto dari akun facebook orang yang memang mau menjual motor," jelas Kasat Reskrim.

Korban pun percaya dan mentransfer uang sebesar Rp 8 juta. Sesudah itu korban diarahkan untuk menghubungi pemilik korban yang benar mau menjual motor.

"Setelah korban menghubungi penjual motor, sang penjual motor juga mengiyakan bahwa dirinya mau menjual motornya. Sesudah itu mereka ketemu di Jalan Budi Utomo, rumah pemilik motor. Sesampainya di sana pas mau transaksi korban katakan bahwa sudah mentransfer uang Rp 8 juta,  otomatis yang menjual bingung karena bukan dia yang menerima uang tersebut," kata Kasat reskrim.

Korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada Polisi. Setelah dicek nomor tersebut, ternyata bukan nomor di Timika melainkan nomor dari Kalimantan Timur, dan nomor rekening yang dikirim adalah nomor rekening seorang perempuan.

"Dia (korban, Red) rugi 8 juta sementara barang tidak ada. Dan kasus-kasus penipuan online yang kami tangani kami cek nomor kontak penipuan tersebut kebanyakan dari daerah luar Papua, seperti Sulawesi dan Kalimantan," jelasnya.

Kasat reskrim mengatakan hampir setiap hari pihak Polres menerima pengaduan terkait penipuan online.

"Ada juga ibu-ibu belanja online ternyata tertipu Rp 3 juta, setelah dicek nomornya dari luar Papua, ada yang tertipu Rp. 300 ribu," ujarnya.

Termasuk penipuan bermodus menjanjikan akan jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang juga nomor penipu dari luar Papua.

Ada yang memakai modus mengaku seorang dokter RSUD Mimika, menipu pesan makanan padahal modusnya adalah meminta kirim pulsa oleh pemilik usaha makanan. Namun kasus itu tidak dilaporkan.

"Terkait dengan maraknya penipuan online jadi masyarakat harus waspada dan jangan mudah percaya apalagi hanya karena ditawarkan harga yang murah," tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar