Titus Kamesfle Sarankan Semua Guru Ikut Program S1 Uncen Kelas Timika

Bagikan Bagikan
Ketua Kelompok mahasiswa Uncen Kelas Timika, Titus Kamesfle bersama rekan-rekan saat memberikan keterangan pers (Foto:Dok/SAPA)


SAPA (TIMIKA) - Seorang guru yang juga Ketua Kelompok mahasiswa Uncen Timika, Titus Kamesfle bersama rekan-rekannya menyampaikan terkait pentingnya bagi seorang guru untuk memiliki gelar kesarjanaan.

"Kami mau sampaikan bahwa kami berterima kasih kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika pada saat itu mempertemukan kami pada 27 Setember 2017 lalu untuk menyampaikan program pemerintah yang bahwa bapak ibu guru yang tidak S1 tahun 2021 akan dipensiun-dinikan," kata Titus Kamesfle ketika bertandang ke Salam Papua, Senin (31/8/2020) lalu.

Dirinya mengaku, saat itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika juga berusaha membantu mendaftarkan para guru untuk bergabung dalam program S1 di Universitas Cenderawasih.

Dia mengatakan saat ini dirinya belum mengetahui jumlah pasti guru-guru yang ada di Kabupaten Mimika yang belum bergelar S.Pd. Namun yang sudah terdaftar dalam program untuk selesaikan S1 Universitas Cenderawasih kelas Timika ada 136 orang.

"Oleh karena itu saya mengimbau supaya teman-teman yang belum memiliki gelar bisa bergabung bersama 136 orang guru melalui program tersebut agar bisa diwisuda pada bulan November 2020 mendatang," jelas Titus.

Dijelaskan hal ini harus segera dilaksanakan agar pihaknya bisa mendapatkan gelar S1 mengingat  tahun 2021 guru-guru  se-Kabupaten Mimika, ada sekitar 136 bahkan lebih yang nantinya akan dipensiun dinikan jika tidak bergelar S1.

Kemudian belum lagi ditambah dengan yang sudah waktunya pensiun di tahun 2021. Tentu akan banyak guru-guru yang akan pensiun.

"Kami berpikir dan menyesal namun itu kembali ke pemerintah daerah apabila 136 atau lebih nanti akan dipensiunkan oleh pemerintah daerah atau pusat melalui program ini, belum ditambah dengan yang pensiun tahun 2021. Yang menjadi pertanyaan kami, apakah pemda bisa siap untuk mendapatkan tenaga guru untuk mengisi kekosongan yang ada di Kabupaten ini saat ada pensiun besar-besaran?" katanya.

Tapi ungkap Titus, jika Pemda siap membiayai tenaga guru dari luar untuk menggantikan kekosongan guru-guru yang dipensiun dinikan ditambah dengan yang memang sudah waktunya pensiun tahun 2021 maka itu kembali kepada pihak Pemda Mimika.

"Kami berterimakasih untuk dinas pendidikan sudah bekerja keras untuk mengarahkan kami, sehingga bisa ikut dalam program mendapatkan gelar di Uncen, dan untuk wisuda sudah berada di ambang pintu, Tidak usah takut tetap kita akan meraih sarjana. Itu amanat dan harapan Kepala Dinas," tuturnya.

Sementara itu, Sekertaris Kelompok mahasiswa Uncen Timika, Urias Simagai mengatakan, guru-guru atau calon mahasiswa Universitas Cenderawasih kelas Timika, harus berusaha semaksimal mungkin.

"Kita harus ikut wisuda, kita ikuti dulu baru kita wisuda. Kita semua terbeban juga karena tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pendidik ini yang kita pikirkan kita mau bekerja sebagai seorang guru tapi kita juga pikir nasib ini kalau kita fokus ke tempat tugas, nasib kami seperti apa," serunya.

Karena harus memenuhi persyaratan tersebut sehingga terpaksa beberapa guru yang mendaftar di Uncen agak kesulitan dalam melaksanakan tugas karena harus fokus supaya bisa mendapatkan S1.

Mengingat mereka adalah para pendidik senior yang rekam jejaknya telah meluluskan ribuan anak-anak hebat di Mimika.

Pihaknya berharap agar Dinas Pendidikan bisa terus memperhatikan situasi tersebut dengan bisa memastikan bahwa mereka yang 136 sudah memiliki Nomor Induk Mahasiswa (NIM) di Uncen tersebut bisa diwisuda pada November mendatang.

"Kami berharap bersama dengan Pemda selalu ada kerjasama agar bulan November nanti kami bisa diwisuda," tuturnya. (Kristin)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar